Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Meneladani Humanisme Gus Dur

📅 Selasa, 02 Jan 2018, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Meneladani Humanisme Gus Dur Doc: koran jakarta/ones

Oleh Dr. Abdul Wahid

Salah satu sumbangan terbesar Gus Dur bagi bangsa ini adalah gerakan dan pemikirannya yang konsisten dalam menjunjung tinggi kemanusiaan. Dalam pandangannya, keimanan dan keberagamaan seseorang menjadi tidak begitu berarti manakala ia hanya mementingkan dirinya sendiri, mabuk dalam ritus-ritus formal, atau tenggelam dalam dzikir dan khalwat. Gus Dur menegaskan, "Keyakinan tauhid seseorang dan ketaatannya kepada syariat mesti berwujud dalam kecintaannya kepada sesama manusia." (Wahid, 2001: 188)

Kata "kecintaan kepada sesama manusia" selanjutnya menjadi semangat yang melandasi pemikiran dan gerakan yang dilakukan oleh Gus Dur. Baginya, menjunjung tinggi martabat manusia dengan memberikan perlindungan bagi yang tertindas merupakan bagian dari upaya untuk meninggikan martabat agama. Agama 'diberlakukan' oleh Tuhan pada dasarnya untuk manusia, bukan untuk Tuhan.

Gus Dur tidak henti-hentinya menegaskan bahwa kemanusiaan mesti mendapatkan tempat yang istimewa dalam kehidupan ini, apapun suku, bahasa, warna kulit, atau agama yang dianut. Segala bentuk yang bisa memberangus dan menghancurkan nilai-nilai kemanusiaan mesti terus dihindarkan dan dicegah bersama-sama. Gus Dur pernah menegaskan, "Walaupun atas nama agama (termasuk Islam), setiap kegiatan yang menyebabkan kegiatan kemanusiaan mengalami kemunduruan, haruslah dihilangkan."

Dalam keyakinan Gus Dur, Tuhan yang ia sembah adalah Tuhan yang menyayangi dan mencintai semua makhluk. Dalam rangka meneladani sifat Tuhan yang Maha penyayang ini, ia berusaha untuk memberikan pelayanan sebaik-baiknya bagi hamba Tuhan yang lain, dari kalangan manapun: pengusaha, wartawan, politisi, ataupun rakyat biasa, yang dikenal atau tidak, yang Islam atau tidak.

Untuk memberikan pelayanan seperti ini Gus Dur tidak perlu melihat status agama, warna kulit, bahasa, suku, dan atribut lain yang sering menempel pada seseorang. Bahkan ia tidak segan membandingkan apa yang dilakukannya seperti yang dilakukan oleh gereja: sama-sama memberikan pelayanan kepada manusia. Ia pernah menyatakan, "Dalam tujuan saya sama dengan gereja, yaitu melayani kemanusiaan walaupun berbeda keyakinan."

Bela yang Tertindas

Dalam memberikan hal tersebut kepada rakyat banyak, Gus Dur tidak peduli lagi terhadap kehancuran nama baik dan popularitasnya sendiri. Kita masih ingat, pada saat era reformasi sedang begitu 'hangat' dan banyak tokoh yang keluar dan ikut-ikutan bersuara nyaring menghujat Soeharto, ia justru datang hendak merangkul Soeharto. Ini dilakukan karena ia tahu persis, bahwa keamanan negara dan perpecahan di masyarakat sedang terancam jika Soerharto terus dihujat.

Pembelaannya yang luar biasa terhadap orang-orang yang tertindas dan tertekan oleh penguasa, terutama mereka yang berada di kelompok 'minoritas', juga merupakan bagian lain dalam perjuangan kemanusiaan Gus Dur. Sejarah mencatat bagamaina ia melakukan pembelaan terhadap orang-orang yang lama terkucilkan karena dianggap memiliki hubungan atau terlibat dengan partai komunis. Ia dengan tegas melakukan pembelaan terhadap mereka dan berkeinginan keras untuk menghapus Tap MPRS XXV/MPRS 1966 . Ia juga membangun solidaritas dengan mantan anak buah Kartosuwiryo, yang disebut DI/TII (Darul Islam dan Tentara Islam Indonesia)." (Wahid, 2007:111-112)

Pembelaan Gus Dur juga diberikan pada siapa saja yang hak mengeluarkan pendapat dan pikirannya dicegah dan dibelenggu. Kita juga masih ingat bagaimana ia melakukan 'pembelaan' terhadap Salman Rushdie, Arswendo, Inul Daratista, H.B. Jassin, Ahmad Wahib, Ulil Abshar Abdallah, dan orang-orang lain yang dianggap sebagai orang yang tertindas dan hak azasinya diberangus terutama oleh kelompok mayoritas.

Tugas Profetik

Kehadiran Gus Dur untuk manusia secara umum dengan mengorbankan waktu untuk diri dan keluarganya merupakan bagian dari tugas profetik yang sangat luhur, dan bagian dari tugasnya sebagai 'wakil Tuhan' di muka bumi, sebab Tuhan sebagai Sang Pengatur alam raya tidak 'bertindak' secara langsung. Ia mengutus manusia untuk memberikan kebahagiaan dan rasa nyaman kepada manusia yang lain. Merupakan kehormatan yang sangat tinggi bila seseorang 'terpilih' untuk memenuhi tugasnya sebagai 'wakil Tuhan', atau setidaknya ia merasa bahwa dirinya memiliki tugas yang terhormat dari Tuhan sebagai wakilnya.

Inilah inti ajaran luhur seorang Gus Dur: sebuah ajaran yang menempatkan kemanusiaan sebagai ruh utama sebagai titik pijak perjuangannya. Pemimpin Redaksi Kompas, Rikard Bagun menilai bahwa warisan yang ditinggalkan Gus Dur adalah nilai kebangsaan dan kemanusiaan. Nilai-nilai tersebut tidak hanya membesarkan namanya tetapi juga mengabadikan dirinya jauh melampauai usia hidup dan keterbatasan jamannya.

Salah satu jawaban dari pertanyaan mengapa Gus Dur demikian besar pengaruhnya, menurut Rikard, karena Gus Dur memiliki apa yang disebut sebagai budaya unggul yakni budaya yang selalu memperjuangkan kebenaran dan kebaikan bukan bagi dirinya atau bagi Islam tetapi bagi semua orang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Peluang Melemah Terbuka, 18 Juni 2026

59 menit yang lalu | Rizky

Ekonomi
Peluang Melemah Terbuka, 18...
Nasional
Suasana Persembahyangan Har...
  • Jakarta Siapkan Diri Menuju Kota Berbasis AI
    Preview komentar:
    Cara buka Blokir Bank Jago lupa Password. Anda ...
    Cara buka Blokir Bank Jago lupa Password. Anda ...
  • Malasyia Mencak-mencak Kebakaran Jenggot Dimasukkan ke Dalam Kelas Dua Sepak Bola Asean
    Preview komentar:
    Jiran kita kejet-kejet tanpa bisa berbuat apa2
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
Harry Kane Pimpin Inggris Hancurkan Kroasia 4-2 di Laga Grup L Piala Dunia

Harry Kane Pimpin Inggris Hancurkan Kroasia 4-2 di Laga Grup L Piala Dunia

18 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.