Wujudkan Kedaulatan Pangan, Gubernur Khofifah Salurkan Traktor dan Mesin Pemanen untuk Petani Jember
📅 Jumat, 01 Agu 2025, 16:02 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: Istimewa
SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa terus berupaya mendorong produksi pertanian dan nilai tukar petani (NTP) meningkat. Salah satu upayanya yaitu dengan menyerahkan bantuan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) kepada Kelompok Petani (Poktan) dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di Desa Sukorejo, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, Kamis (31/7) sore.
Bantuan alsintan yang disalurkan ini terdiri dari lima unit cultivator, sembilan unit handtraktor roda dua, satu unit handtraktor rotary dan tiga unit combine harvester besar. Seluruh Alsintan tersebut diserahkan kepada berbagai Poktan dan Gapoktan di Jember.
Adapun penerima bantuan alsintan ini di antaranya Poktan Kurnia Desa Kaliwining Kecamatan Rambipuji, Poktan Pucuan Jaya II, Desa Sidomulyo Kecamatan Semboro dan Gapoktan Sumberwangi Desa Tegalwangi Kecamatan Umbulsari, Gapoktan Sekar Tani, Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger, Gapoktan Margomulyo, Desa Mojosari, Kecamatan Puger
Khofifah mengatakan, penyaluran bantuan alsintan ini merupakan bagian dari upaya Pemprov Jatim guna mewujudkan kedaulatan pangan sekaligus pengembangan kawasan agropolitan di Jawa Timur khususnya Kabupaten Jember.
Melalui penyaluran Alsintan yang lebih modern, lanjut Khofifah, diharapkan dapat mempercepat transformasi pertanian berbasis mekanisasi, efisiensi, sekaligus peningkatan produktivitas petani di Jawa Timur.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Hari ini kita salurkan Bantuan Alsintan salah satunya Combine Hervester. Kalau menggunakan Harvester ini sangat potensial mengurangi atau mengamankan loss sebesar 10 persen," ungkap Khofifah.
Khofifah melanjutkan, produksi padi di Jawa Timur secara keseluruhan mencapai 9,7 juta ton padi. Angka tersebut dengan kondisi panen yang alatnya beragam. Sehingga ketika seluruh petani nantinya bisa menggunakan Combine Harvester, Khofifah meyakini produksi padi di Jatim bisa mencapai 11 juta ton per tahun.
"Kalau secara provinsi, produksi kita itu 9,7 juta ton padi. Misal kita genapkan jadi 10 juta, maka ketika panen menggunakan Harvester ini produksi kita per tahun bisa mencapai 11 juta ton padi," ungkapnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dengan begitu, Khofifah pun optimis akan berdampak pada kenaikan Nilai Tukar Petani (NTP) karena dapat mengamankan petani dari kemungkinan _loss_ ketika menggunakan alat pertanian tradisional seperti ani-ani.
"Jadi ini mengamankan kemungkinan loss 9-11 persen atau average 10 persen. Sehingga otomatis nilai tambah petani akan meningkat," tukasnya.
Untuk itu, Gubernur Khofifah, kembali mengingatkan pentingnya pengelolaan alsintan secara kolektif, produktif, dan berkelanjutan. Alsintan disebutnya menjadi salah satu dari pilar penunjang dalam mewujudkan modernisasi di sektor pertanian.
“Hari ini kami tidak hanya menyalurkan bantuan Alsintan. Tetapi kami berinvestasi jangka panjang kepada _Panjenengan_ semua guna mewujudkan kedaulatan pangan nasional," terang Khofifah.
"Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara diharapkan juga dapat menjadi gerbang bagi kedaulatan pangan daerah dan nasional," tegasnya memambahkan.
Cita-cita menuju Jatim Berdaulat Pangan ini merujuk pada angka tetap BPS 2024, Jatim menyumbang 17,44 persen produksi padi nasional atau sebesar 9,270 juta ton GKG atau setara 5,352 juta ton beras, serta 30,36 persen produksi jagung nasional atau 4,59 juta ton jagung pipilan kering.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!