WTO Mencatat Lonjakan Perdagangan Global di Kuartal I Tahun 2025
📅 Kamis, 17 Jul 2025, 01:00 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: istimewa
Istanbul - Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) melaporkan bahwa perdagangan barang global tumbuh 5,3 persen secara tahunan pada triwulan pertama 2025, didorong oleh lonjakan impor di kawasan Amerika Utara menjelang kenaikan tarif oleh Amerika Serikat (AS).
"Pertumbuhan volume perdagangan barang pada triwulan pertama lebih tinggi ketimbang proyeksi terbaru WTO," kata organisasi itu dalam pernyataan resminya pada Selasa (15/7).
Dikutip Antara, namun, para ekonom WTO memperkirakan laju pertumbuhan akan melambat hingga akhir tahun ini karena tingginya stok dan tarif yang lebih tinggi diperkirakan akan menekan permintaan.
Secara kuartalan, perdagangan barang global meningkat 3,6 persen pada tiga bulan pertama 2025.
Importir di Amerika Utara mempercepat pembelian mereka sebelum triwulan kedua guna menghindari beban tarif balasan yang diumumkan AS pada 2 April. Strategi ini berkontribusi besar terhadap kuatnya pertumbuhan perdagangan barang pada periode itu.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kawasan itu mencatat lonjakan impor tertinggi dengan pertumbuhan 13,4 persen, disusul Afrika 5,1 persen, serta Amerika Selatan, Amerika Tengah, dan Karibia sebesar 3,6 persen.
Impor di Timur Tengah tumbuh 3 persen, Eropa 1,3 persen, dan Asia 1,1 persen.
Sementara itu, ekspor dari kawasan Timur Tengah mencatat pertumbuhan tertinggi pada triwulan pertama sebesar 6,3 persen, disusul Asia 5,6 persen, Amerika Selatan 3,2 persen, Afrika 2,5 persen, dan Amerika Utara 1,8 persen.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dari sisi nilai dalam dolar AS, perdagangan barang global meningkat 4 persen secara tahunan pada triwulan pertama, berdasarkan data ekspor yang belum disesuaikan secara musiman.
Berdasarkan jenis produk, pertumbuhan tertinggi terjadi pada peralatan kantor dan telekomunikasi sebesar 16 persen, diikuti produk kimia 12 persen dan pakaian jadi 7 persen.
Sebaliknya, produk otomotif mengalami penurunan 4 persen, bahan bakar dan produk tambang turun 4 persen, bahan bakar anjlok 7 persen, serta produk besi dan baja menyusut 3 persen.
"Harga bahan bakar relatif stabil dibanding periode yang sama tahun lalu, sementara harga logam dan mineral (di luar emas dan perak) tercatat naik 8 persen," kata WTO.
Meskipun kuartal pertama menunjukkan momentum kuat, WTO juga mencatat tanda-tanda perlambatan aktivitas impor pada kuartal kedua. Misalnya, impor AS yang melonjak 25% year-on-year di Q1, namun pertumbuhannya melambat drastis menjadi hanya 1% dalam dua bulan pertama Q2.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!