Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Whoosh Jadi Primadona, 9,3 Juta Orang Sudah Naik sejak Pertama Kali Dioperasikan secara Komersial

📅 Selasa, 20 Mei 2025, 13:41 WIB | Oleh: Tim Penulis
Whoosh Jadi Primadona, 9,3 Juta Orang Sudah Naik sejak Pertama Kali Dioperasikan secara Komersial Doc: ANTARA/HO-KCIC
Ket. Ilustrasi - Layanan Kereta Cepat Whoosh.

JAKARTA – Penggunaan kereta cepat sangat penting karena meningkatkan konektivitas, mengurangi kemacetan, dan mendukung pertumbuhan ekonomi di berbagai wilayah. Kereta cepat memungkinkan perjalanan yang lebih cepat dan efisien, yang menguntungkan masyarakat dan pelaku bisnis.

Selain itu, kereta cepat juga dapat menjadi alternatif moda transportasi yang berkelanjutan, mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi dan emisi karbon. Karenanya, moda transportasi tersebut saat ini masih banyak diminati masyarakat.

Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) atau Whoosh mencatat jumlah penumpang telah menembus 9,3 juta orang hingga pertengahan Mei 2025 sejak pertama dioperasikan secara komersial pada Oktober 2023.

General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa mengatakan, pencapaian ini menjadi momentum penting bagi KCIC dalam menjadikan Whoosh sebagai moda andalan masyarakat untuk bepergian di antara Jakarta-Bandung dengan cepat dan nyaman.

"Pencapaian ini menjadi bukti nyata bahwa transportasi publik berkualitas dan tepat waktu kini semakin diminati sebagai pilihan utama," ujar Eva dalam keterangan di Jakarta, Selasa (20/5).

Pada 10 Mei 2025, sebanyak 25.316 penumpang tercatat menggunakan Whoosh dalam satu hari. Ini merupakan angka tertinggi sejak Whoosh dioperasikan secara komersial pada Oktober 2023.

Rekor ini melampaui catatan sebelumnya yaitu 24.350 penumpang pada 27 Januari 2025, dan 24.132 penumpang pada 5 Juli 2024.

Sebagai perbandingan, pada masa awal operasional Oktober 2023, Whoosh hanya mampu melayani 7.474 penumpang per hari. Sepanjang tahun 2024, puncak jumlah penumpang harian tercatat di angka 24.132.

Saat pertama kali diluncurkan pada Oktober 2023, Whoosh hanya mengoperasikan 14 perjalanan per hari. Jumlah ini meningkat menjadi 28 perjalanan per hari pada November 2023, lalu menjadi 40 perjalanan per hari pada Desember 2023.

Pada Mei 2024, kapasitas ditingkatkan menjadi 48 perjalanan per hari, dan akhirnya sejak 1 Februari 2025, Whoosh mengoperasikan 62 perjalanan per hari secara rutin.

Secara kumulatif, jumlah penumpang Whoosh telah menembus 9,3 juta orang hingga pertengahan Mei 2025. Tonggak 1 juta penumpang berhasil dicapai pada Desember 2023, hanya dalam waktu 2,5 bulan sejak peluncuran.

Sementara itu, pencapaian 5 juta penumpang terjadi pada September 2024.

KCIC menilai, peningkatan jumlah penumpang secara bertahap ini didukung oleh berbagai faktor, antara lain penambahan jadwal keberangkatan, inovasi di bidang ticketing, penambahan fasilitas di kereta dan stasiun, konektivitas melalui berbagai intermoda, promo ke berbagai destinasi wisata, keselamatan dan ketepatan waktu perjalanan, serta konsisten memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat.

Eva menyampaikan, KCIC berkomitmen menjaga kualitas pelayanan, memperluas jangkauan, serta terus mendukung mobilitas yang efisien dan berkelanjutan di Indonesia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Menkeu Ungkap Banyak Rumor ...

Wali Kota Bogor Aktivasi Museum Pajajaran

23 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Wali Kota Bogor Aktivasi Mu...
Nasional
Mantan Wamenaker Noel Divon...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.