Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pupuk Jadi Prioritas Gas, Sinyal Keras untuk Sektor Industri Lain

📅 Senin, 30 Mar 2026, 23:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pupuk Jadi Prioritas Gas, Sinyal Keras untuk Sektor Industri Lain Doc: ANTARA
Ket. Ilustrasi - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN).

JAKARTA – Prioritas alokasi gas untuk industri mencerminkan upaya pemerintah menjaga keberlanjutan sektor produktif di tengah keterbatasan pasokan energi.

Gas bumi memiliki peran strategis sebagai sumber energi yang relatif lebih efisien dan kompetitif, terutama bagi industri manufaktur yang bergantung pada stabilitas pasokan untuk menjaga kapasitas produksi.

Secara analitis, kebijakan ini bertujuan menekan biaya energi, meningkatkan daya saing industri, serta mendorong pertumbuhan ekonomi.

Namun, di sisi lain, penetapan prioritas juga menuntut pengelolaan distribusi yang optimal agar tidak menimbulkan ketimpangan antar sektor.

Tanpa tata kelola yang efisien, potensi distorsi harga dan pasokan dapat menghambat efektivitas kebijakan serta menekan sektor lain yang juga membutuhkan energi.

Tenaga Ahli Menteri ESDM Bidang Komersialisasi dan Transportasi Minyak dan Gas Bumi Satya Hangga Yudha Widya Putra menegaskan industri pupuk menjadi sektor prioritas dalam kebijakan alokasi gas bumi nasional.

"Prioritas alokasi ini sesuai Permen ESDM Nomor 6 Tahun 2016 dan arahan Astacita nomor 2 mengenai swasembada pangan dan energi," katanya dalam keterangannya di Jakarta, Senin (30/3).

Menurut Hangga, panggilannya, berbeda dengan industri lain, gas di dalam produksi pupuk itu sebagai bahan baku yang tidak punya alternatif substitusi.

"Pemerintah terus berusaha agar harga gas bumi tertentu (HGBT) dapat diberikan kepada sektor prioritas," katanya saat kunjungan kerjanya ke PT Pupuk Kujang Cikampek, Jawa Barat, Senin.

Menurut dia, harga khusus sebaiknya tidak hanya berhenti di tingkat hulu tapi juga di tingkat hilir termasuk penyesuaian biaya angkut (toll fee).

Ia mengatakan Kementerian ESDM terus melakukan simulasi komprehensif guna memastikan harga gas tetap kompetitif bagi produsen pupuk demi menjaga harga pupuk subsidi tetap terjangkau untuk petani.

Hangga menambahkan ketahanan pangan nasional tidak bisa dipisahkan dari kepastian pasokan energi, terutama gas bumi yang menjadi bahan baku utama di industri pupuk.

"Komitmen pemerintah untuk mengawal kedaulatan pangan dilakukan lewat stabilitas pasokan dan harga gas yang kompetitif," jelasnya.

Kunjungan Hangga ini menjadi momentum krusial mengingat peran vital Pupuk Kujang sebagai penopang produktivitas pertanian bagi 1,5 juta petani di wilayah Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.