Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Wamenkeu Bicara Blak-blakan: Kunci Jaga Fiskal RI di Era Ketidakpastian

📅 Kamis, 23 Apr 2026, 18:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Wamenkeu Bicara Blak-blakan: Kunci Jaga Fiskal RI di Era Ketidakpastian Doc: ANTARA FOTO/ Putra M. Akbar
Ket. Ilsutrasi - Pengunjung menaiki eskalator di salah satu pusat perbelanjaan (mall) di Kota Tangerang, Banten.

JAKARTA – Di tengah meningkatnya tekanan global—mulai dari suku bunga tinggi di negara maju, volatilitas harga komoditas, hingga ketegangan geopolitik—strategi menjaga kesehatan fiskal menjadi krusial bagi Indonesia.

Disiplin dalam pengelolaan defisit dan utang diperlukan untuk menjaga kredibilitas kebijakan, sekaligus memberi ruang bagi pemerintah merespons gejolak tanpa memicu ketidakstabilan makroekonomi.

Fiskal yang kuat juga berfungsi sebagai penyangga ketika tekanan eksternal merambat ke sektor riil, misalnya melalui perlambatan ekspor atau kenaikan biaya impor energi.

Dalam konteks ini, efektivitas belanja negara menjadi kunci—tidak hanya menjaga daya beli masyarakat, tetapi juga memastikan stimulus tepat sasaran dan produktif.

Dengan strategi fiskal yang terukur dan adaptif, Indonesia dapat menjaga stabilitas sekaligus mempertahankan momentum pertumbuhan di tengah ketidakpastian global.

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung memaparkan sejumlah strategi pemerintah untuk menjaga ketahanan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di tengah meningkatnya tekanan global.

Strategi pertama yang ditempuh adalah meningkatkan efisiensi belanja, khususnya pada program-program prioritas.

“Kami meningkatkan efisiensi belanja dan kualitas implementasi program-program unggulan, termasuk program makan bergizi gratis (MBG),” kata Juda dalam acara Fitch Ratings Annual Indonesia Conference di Jakarta, Kamis (23/4).

Selain itu, pemerintah juga menjalankan kebijakan kontra-siklikal guna menjaga stabilitas ekonomi sekaligus melindungi daya beli masyarakat, terutama kelompok rentan.

“Pada saat yang sama, kami melindungi daya beli masyarakat dengan mempertahankan harga energi bersubsidi bagi kelompok rentan,” ujarnya.

Strategi kedua dilakukan melalui penguatan pembiayaan inovatif. Dalam hal ini pemerintah mengoptimalkan pengelolaan portofolio pembiayaan hingga memperdalam pasar keuangan domestik.

Pemerintah juga menjaga ketersediaan bantalan fiskal (fiscal buffer), meningkatkan efisiensi pengelolaan kas, serta memperkuat basis dan hubungan dengan investor.

Kemudian, strategi ketiga difokuskan pada peningkatan penerimaan negara, terutama dari sektor perpajakan.

Pemerintah berupaya menjaga penerimaan pajak sejalan dengan pertumbuhan ekonomi, sekaligus meningkatkan efektivitas sistem perpajakan berbasis digital.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Mantan Wamenaker Noel Divon...
Luar Negeri
Diserang Rudal Iran, Bandar...
Luar Negeri
Warga Singapura Makin Panja...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.