Wamen Isyana: GENTING Wujudkan Jamban Sehat untuk Keluarga Berisiko Stunting
📅 Kamis, 06 Nov 2025, 09:43 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Kemendukbangga
KARANGASEM — Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mempercepat penurunan stunting.
Ia menyoroti peran masyarakat dan dunia usaha yang bergotong royong melalui Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING).
Saat meninjau dua keluarga berisiko stunting di Banjar Dinas Kebon, Desa Bukit, Karangasem, Bali, Isyana mengapresiasi keterlibatan Ajik Krisna, pemilik Krisna Oleh-Oleh Khas Bali, yang turut menjadi Orang Tua Asuh dengan membantu pembangunan jamban sehat bagi keluarga berisiko stunting di wilayah tersebut.
Kolaborasi ini menjadi bukti nyata bahwa GENTING membuka ruang bagi siapa pun baik individu, komunitas, maupun pelaku usaha untuk berkontribusi langsung dalam upaya pencegahan stunting.
“Dari kunjungan ini kami lihat langsung masih ada keluarga yang buang air di kebun atau sungai. Inilah mengapa partisipasi masyarakat sangat penting. Bantuan dari sektor swasta seperti ini memastikan intervensi benar-benar tepat sasaran dan berdampak nyata,” ujar Isyana dalam keterangan pers yang diterima Kamis (6/11).
Sebaiknya Anda baca juga:
Keberhasilan menurunkan angka stunting tidak hanya ditentukan oleh asupan gizi, tetapi juga oleh sanitasi yang layak, edukasi pola makan sehat, dan pemantauan tumbuh kembang anak. Melalui Tim Pendamping Keluarga (TPK) di desa, Kemendukbangga/BKKBN berperan aktif mendampingi setiap keluarga berisiko agar mendapat pendampingan dalam periode emas 1.000 hari pertama kehidupan.
Salah satu keluarga penerima manfaat adalah keluarga Gusti Ngurah Antara, yang tinggal di rumah sederhana dengan kamar mandi berdinding terpal dan spanduk bekas, serta belum memiliki jamban layak. Anak kedua mereka, Gusti Ayu Kadek Wiliantari (18 bulan), kini menjadi baduta penerima manfaat GENTING dan mendapatkan pendampingan intensif terkait gizi, pola asuh, dan sanitasi keluarga.
Keluarga lainnya, keluarga I Gede Putu, juga menghadapi kondisi serupa. Rumah mereka berlantai rabat tanpa keramik, berdinding batako yang belum diplester, dan belum memiliki jamban. Dukungan pembangunan jamban sehat diharapkan dapat memperbaiki perilaku hidup bersih dan meningkatkan kesehatan lingkungan keluarga.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Stunting bukan hanya mengenai gizi, melainkan juga soal masa depan. Dengan kolaborasi semua pihak, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat kita sedang membangun pondasi untuk Indonesia Emas 2045,” tutup Isyana.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!