Wagub Rano Turun Langsung ke Pengungsian! Buka Data Bantuan dan Pompa Banjir DKI
📅 Jumat, 23 Jan 2026, 18:05 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: Pemprov DKI Jakarta
JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno meninjau langsung dua lokasi pengungsian warga terdampak banjir di Rusunawa KS Tubun dan Masjid Jami Al Fudhola, Jakarta Barat, Jumat. Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan penanganan banjir dan pemenuhan kebutuhan dasar warga berjalan optimal di lapangan.
Rano Karno menyebut dirinya bersama Gubernur Pramono turun langsung ke sejumlah titik terdampak untuk memantau kondisi masyarakat. Ia menegaskan kehadiran pimpinan daerah menjadi bentuk tanggung jawab pemerintah dalam memastikan layanan kebencanaan berjalan maksimal.
"Saya bersama Gubernur Pramono hari ini turun ke beberapa lokasi untuk memastikan penanganan banjir dan layanan pemenuhan kebutuhan warga berjalan dengan baik," ujar Rano Karno.
Ia menambahkan pemerintah ingin memastikan masyarakat terdampak tidak mengalami kekurangan bantuan selama berada di pengungsian.
Data pengungsian mencatat sebanyak 58 jiwa berada di Rusunawa KS Tubun dan 60 jiwa mengungsi di Masjid Jami Al Fudhola. Seluruh bantuan yang disalurkan kepada warga disebut telah mengikuti prosedur tetap lintas perangkat daerah di lingkungan Pemprov DKI Jakarta.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Untuk bantuan semuanya sudah sesuai protap, Dinas Sosial turun langsung, dapur umum tersedia, dan makanan bayi juga sudah disiapkan," kata Rano Karno.
Ia memastikan kebutuhan kelompok rentan seperti balita dan lansia turut menjadi perhatian utama.
Di kedua lokasi pengungsian tersebut, Dinas Sosial DKI Jakarta telah mengoperasikan dapur umum dan menyediakan makanan siap saji setiap hari. Selain itu, bantuan kebutuhan khusus seperti susu formula dan perlengkapan bayi juga telah disalurkan kepada para pengungsi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Secara keseluruhan, Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan sebanyak 67.204 unit peralatan darurat untuk penanganan banjir. Peralatan tersebut meliputi perahu karet, tenda pengungsian, genset, pelampung, biskuit, serta makanan siap saji yang telah didistribusikan ke 187 kelurahan.
Selain logistik, Pemprov DKI Jakarta juga menyiapkan 386 lokasi pengungsian yang tersebar di masjid, sekolah, GOR, dan RPTRA. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kapasitas penampungan warga terdampak banjir tetap mencukupi.
Rano Karno menjelaskan Pemprov DKI Jakarta telah menyusun berbagai skenario antisipasi menghadapi banjir sejak awal. Ia menyebut potensi banjir sudah diprediksi, meski ketinggian air tidak bisa dipastikan karena dipengaruhi faktor cuaca ekstrem.
"Kami sudah mendesain langkah antisipasi jika banjir terjadi, namun ketinggian air tetap bergantung pada curah hujan," ujar Rano Karno.
Ia menekankan bahwa mitigasi terus diperkuat untuk meminimalkan dampak terhadap masyarakat.
Rano Karno juga mengapresiasi kerja keras jajaran Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta yang bekerja hingga dini hari untuk mengendalikan genangan. Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menghadapi situasi banjir.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!