Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Volume Es Antartika Akan Menyusut Lebih dari 40 Persen dalam 25 Tahun

📅 Sabtu, 14 Okt 2023, 00:02 WIB | Oleh:
Volume Es Antartika Akan Menyusut Lebih dari 40 Persen dalam 25 Tahun Doc: Sumber: Copernicus C3S/ECMWF, Natural Earth - AFP

PARIS - Para ilmuwan, pada Kamis (13/10), mengatakan lebih dari 40 persen volume lapisan es Antartika akan hilang dalam 25 tahun, sehingga meningkatkan risiko kenaikan permukaan air laut dan pemanasan yang disebabkan oleh manusia kemungkinan besar menjadi penyebabnya.

Dikutip dari France 24, rak es adalah perpanjangan lapisan es air tawar yang menutupi sebagian besar Antartika, terapung di lautan yang mengelilingi benua yang luas dan rapuh secara ekologis.

Mereka bertindak sebagai "sumbat" raksasa yang menstabilkan gletser besar, memperlambat aliran es ke laut.

Ketika lapisan es menyusut, sumbatan ini melemah dan laju hilangnya es dari gletser meningkat.

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Science Advances, para ilmuwan menganalisis lebih dari 100.000 gambar radar satelit untuk menilai kesehatan 162 lapisan es Antartika. Mereka menemukan bahwa volume es turun 71 persen dari tahun 1997 hingga 2021.

"Percepatan gletser akibat kerusakan lapisan es telah menambah sekitar enam milimeter permukaan laut global sejak awal periode penelitian," kata Benjamin Davison, peneliti di Universitas Leeds di Inggris yang memimpin penelitian tersebut.

"Meskipun Antartika hanya menyumbang enam persen terhadap total kenaikan permukaan air laut, hal ini dapat meningkat secara signifikan di masa depan jika lapisan es terus memburuk," katanya.

Hampir 67 triliun ton es yang bocor ke laut selama seperempat abad yang ditinjau telah diimbangi dengan penambahan 59 triliun ton es, sehingga menghasilkan pelepasan bersih lelehan air sebesar 7,5 triliun ton. "Kami memperkirakan sebagian besar lapisan es akan mengalami siklus penyusutan yang cepat, namun berumur pendek, kemudian tumbuh kembali secara perlahan," kata Davison.

Sebaiknya Anda baca juga:

"Sebaliknya, kami melihat hampir separuhnya menyusut tanpa ada tanda-tanda pemulihan".

Dia menambahkan, tanpa pemanasan yang disebabkan oleh manusia, pertumbuhan kembali es akan terjadi di lapisan es Antartika Barat melalui variasi alami dalam pola iklim.

Gesekan yang Stabil

Angin dan arus laut yang berbeda mempengaruhi Antartika sehingga mengakibatkan perubahan yang tidak merata.

Hampir seluruh lapisan es Antartika bagian barat kehilangan volumenya karena terkena air hangat yang mengikisnya dari bawah.

Di lapisan es getz bagian barat saja, pencairan di dasar es bertanggung jawab atas 95 persen hilangnya 1,9 triliun ton es. Calving, sebuah proses di mana bongkahan es terlepas ke laut, menyebabkan sisanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Tim Piala Dunia, Mampukan Brasil Juara Keenam Kalinya?

18 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Mampukan B...
Nasional
Dongkrak Kedatangan Turis, ...
Rona
Sering Melotot Belum Tentu ...
Daerah
RSUD Prambanan Ada Bau-bau ...
Daerah
Siswa Jalani Ujian Kenaikan...

Antisipasi Kemarau, Masa Tanam Dipercepat

41 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Antisipasi Kemarau, Masa Ta...
Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.