Verstappen Harus Jaga Diri Di Grand Prix Formula 1 Kanada
📅 Jumat, 13 Jun 2025, 06:35 WIB | Oleh: Benny Mudesta Putra
Doc: Pierre-Philippe MARCOU / AFP
MONTREAL – Max Verstappen tengah berada di ambang sejarah. Akhir pekan ini di Sirkuit Gilles Villeneuve, pembalap juara dunia Formula 1 itu berpeluang merebut kemenangan keempat beruntun di Grand Prix Kanada. Namun, satu kesalahan kecil saja bisa mengubah segalanya.
Verstappen saat ini mengoleksi 11 poin penalti, satu poin lagi berarti larangan start satu seri. Dengan Austria menanti sebagai balapan kandang Red Bull, tensi di garasi tim asal Milton Keynes itu jelas meningkat.
“Dia tidak boleh melakukan kesalahan apa pun dalam dua akhir pekan balapan ke depan. Tentu saja dia akan diingatkan untuk tidak gegabah. Akan menjadi bencana jika dia tak bisa start di Austria,” tulis penasihat Red Bull, Helmut Marko, dalam kolomnya di Speedweek.
Di Kanada, Verstappen akan kembali berhadapan dengan George Russell, rival yang bersenggolan dengannya dua pekan lalu di Spanyol. Keduanya sempat start sejajar di Montreal tahun lalu, dengan Verstappen keluar sebagai pemenang. Bagaimana reaksi Verstappen kali ini masih menjadi tanda tanya besar, terlebih di lintasan yang dikenal dengan cuaca tak menentu dan penuh peluang kejutan.
Dengan tujuh kemenangan dari sembilan seri, McLaren saat ini menjadi tim paling konsisten di grid. Oscar Piastri unggul 10 poin atas rekan setimnya, Lando Norris. Meski terakhir kali menang di Kanada pada tahun 2012 bersama Lewis Hamilton, tim berbasis Woking itu tercatat sebagai yang paling sukses di Montreal dengan total 13 kemenangan.
Sebaiknya Anda baca juga:
“McLaren memang masih di depan, tapi kami terus memangkas jarak,” ujar kepala tim Ferrari, Fred Vasseur. Tim Kuda Jingkrak kini duduk di posisi kedua klasemen konstruktor dan terakhir kali menang di Kanada bersama Sebastian Vettel pada 2018.
Mercedes, yang belum mencicipi kemenangan sejak Las Vegas tahun lalu, melihat Montreal sebagai peluang bangkit. “Ini sirkuit yang biasanya cocok. Kami akan membawa beberapa komponen baru dan melihat hasilnya.,” ujar direktur teknis Mercedes, James Allison. George Russell finis kedua di Bahrain April lalu, hasil terbaik Mercedes musim ini.
Bagi Hamilton, Montreal menyimpan memori istimewa. Dia meraih kemenangan F1 pertamanya di sini pada 2007 dan kini berbagi rekor tujuh kemenangan di GP Kanada bersama Michael Schumacher. Namun, musim ini tak berjalan mulus. Di Spanyol pekan lalu, dia hanya finis keenam dan bahkan disalip oleh pembalap Sauber, Nico Hulkenberg.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, perhatian tuan rumah tertuju pada Lance Stroll. Pembalap Aston Martin asal Kanada itu absen di GP Spanyol karena cedera tangan. Meski belum dikonfirmasi resmi, tim berharap dia kembali turun di hadapan publik sendiri.
Tim milik Amerika Serikat, Haas, akan merayakan start ke-200 mereka di F1 dengan balutan livery abu-abu retro, terinspirasi dari tampilan awal mereka pada tahun 2016.
“Dari nol sampai 200 balapan adalah pencapaian besar. Banyak tim baru yang tak bertahan lebih dari dua musim dan tak mencetak satu poin pun,” ujar kepala tim Ayao Komatsu. ben/AFP/G-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!