Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Uskup Agung Ajak Masyarakat Ikut Peduli TPPO pada Perayaan Paskah

📅 Minggu, 31 Mar 2024, 11:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Uskup Agung Ajak Masyarakat Ikut Peduli TPPO pada Perayaan Paskah Doc: ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari
Ket. Suasana Misa Paskah Pontifikal di Gereja Katedral Jakarta, Minggu (31/3/2024).

JAKARTA - Uskup Keuskupan Agung Jakarta Ignatius Kardinal Suharyo Hardjoatmodjo mengajak masyarakat untuk ikut peduli dengan kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO), pencucian uang, hingga kerusakan lingkungan saat mengisi khotbah pada Misa Paskah Pontifikal di Gereja Katedral Jakarta.

"Di tahun 2024 kita membaca, mendengar, dan melihat di media massa tentang perbudakan di negeri kita, mulai dari TPPO yang korbannya tidak sedikit, kejahatan korupsi, hingga tindak pidana pencucian uang," ujar Suharyo di Jakarta, Minggu (31/3).

Gereja Katedral mengusung tema Paskah 2024 yakni "Solidaritas dan Subsidiaritas untuk Mencapai Kesejahteraan Bersama", yang mengajak seluruh umat Katolik untuk bangkit bersama Kristus dan berani mengubah diri.

Ia menyebutkan, kejahatan-kejahatan mulai dari TPPO dan lain sebagainya tersebut bermula dari keserakahan.

"Keserakahan memperbudak orang secara fisik, psikis, dan komunal, merusak bukan hanya kehidupan pribadi, tetapi juga kehidupan bersama," ujar dia.

Untuk itu, Suharyo mengajak seluruh umat agar memaknai Paskah dengan kembali kepada Kristus.

"Kristus macam apa yang akan kita biarkan hidup di dalam hidup kita? Berdasarkan khotbah Petrus, Yesus berkeliling sambil berbuat baik karena Allah menyertai dia, untuk itu, mari kita Menimba kekayaan Paskah dan membuat hidup kita semakin bermakna.

Adapun Misa Paskah Pontifikal hanya diselenggarakan dua kali dalam satu tahun, yakni saat Natal dan Paskah, dan bagi umat yang mengikuti Misa Paskah Pontifikal, akan mendapatkan pengampunan (indulgensi) penuh, yakni pengampunan dosa yang diberikan langsung oleh Kardinal Suharyo dengan syarat sebelumnya sudah menerima sakramen tobat.

Dekorasi daur ulang Gereja Katedral pada perayaan Paskah kali ini menggunakan barang-barang yang sudah pernah dipakai atau daur ulang, wayang Paskah, serta dekorasi lainnya dengan menampilkan detail-detail terkait persiapan pemindahan dari Ibu Kota di Jakarta ke Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan.

Kemudian juga terdapat sudut hasil bumi yang terkait dengan pesta rakyat dalam rangka perayaan Paskah.

Adapun Gereja Katedral memiliki kapasitas sebanyak 2.700, yakni 800 di dalam gereja, dan 1.900 di luar gereja. Khusus untuk Misa Pontifikal, dihadiri sekitar 1.300-an umat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

39 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.