Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Upaya yang Tak Kenal lelah, Apoteker Mega Silviana Ciptakan Inovasi Cegah Stunting

📅 Sabtu, 11 Mar 2023, 22:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Upaya yang Tak Kenal lelah, Apoteker Mega Silviana Ciptakan Inovasi Cegah Stunting Doc: Antara
Ket. Apoteker dari Puskesmas Banjarbaru Utara, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan apt. Mega Silviana, S.Farm (kanan) saat kegiatan "Princes M-Bungas" di SMA Bethel Banjarbaru dengan mengenalkan produk herbal untuk mencegah kejadian stunting pada anak

Banjarbaru - Seorang apoteker dari Puskesmas Banjarbaru Utara, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan apt. Mega Silviana, S.Farmmenciptakan kegiatan "Princes M-Bungas", program inovasi mencegah stunting melalui "chatbot", edukasi digital, dan gerakan apoteker anti-stunting pada remaja, wanita hamil dan ibu menyusui.

"Kegiatan telah dilaksanakan sejak tahun 2022 hingga terakhir dilaksanakan pada Maret 2023 di sejumlah tempat antara lain Posyandu Wijaya Kusuma, SMA Bethel Banjarbaru, SMPN 2 Banjarbaru dan Kelas Hamil Puskesmas Banjarbaru Utara," kata Mega Silviana di Banjarbaru, Sabtu (11/3).

Princes M-Bungas meliputi tiga kegiatan utama, pertama pemanfaatan aplikasi "Chatbot" untuk mengirimkan informasi kesehatan melalui WhatsApp secara otomatis pada remaja, wanita hamil, dan ibu menyusui.

Kedua edukasi digital pada wanita hamil dan ibu menyusui dengan video dan buku saku bentuk digital, sehingga memudahkan untuk disimak dan dibaca dimanapun berada.

Dalam bahan paparan edukasinya untuk remaja, Mega menjelaskan penyebab stunting atau kondisi gagal tumbuh pada balita dari kelahiran seorang ibu yang tergolong masih sangat muda untuk menikah.

Oleh karena itu, pernikahan dini berisiko mengakibatkan bayi lahir dengan berat badan rendah hingga terkena stunting atau kekerdilan karena nutrisi si ibu tidak mencukupi selama kehamilan.

Kemudian kepada wanita hamil dan ibu menyusui, Mega menyampaikan asupan air susu ibu (ASI) eksklusif untuk bayi selama enam bulan pertama sangat penting sebagai periode emas bagi perkembangan anak sampai 1.000 hari pertama kehidupan (HPK).

Adapun kegiatan ketiga gerakan apoteker anti-stunting dengan pemanfaatan bahan alam yaitu buah naga, buah jambu biji merah, dan buah kurma dalam bentuk serbuk instan dan sirup.

Mega menyebut buah naga, buah jambu biji merah, dan buah kurma mampu mencegah dan mengatasi anemia pada remaja, wanita hamil dan ibu menyusui, sehingga kemungkinan kejadian stunting pada anak yang dilahirkan sejak dini dapat dicegah.

"Berdasarkan hasil kuesioner diketahui bahwa remaja, wanita hamil dan ibu menyusui sangat terbantu dengan Program Princes M-Bungas," ujar apoteker lulusan Universitas Islam Indonesia Yogyakarta itu.

Dokter Hairin selaku Kepala Puskesmas Banjarbaru Utara sangat mendukung kegiatan yang dilakukan apoteker Mega Silviana.

Dia berharap dapat menjadi salah satu program unggulan Puskesmas Banjarbaru Utara dan memberi banyak manfaat pada masyarakat Banjarbaru pada umumnya.

Diketahui Pemerintah Kota Banjarbaru berkomitmen untuk memenuhi target prevelensi angka stunting nasional sebesar 14 persen di tahun 2024.

Banjarbaru saat ini memiliki prevelensi angka kasus stunting 17,3 persen atau lebih rendah dari angka nasional sebesar 24,4 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Disapu Topan Jangmi, 23 War...

Babel Gatiskan 6.000 Sertifikat Halal

30 menit yang lalu | Sujar

Daerah
Babel Gatiskan 6.000 Sertif...
Luar Negeri
Bandara Dihantam Rudal, Kuw...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.