Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Upaya Penanganan Bencana Banjir Lewat FPRB

📅 Kamis, 11 Sep 2025, 22:55 WIB | Oleh:
Upaya Penanganan Bencana Banjir Lewat FPRB Doc: Antara
Ket. Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti memimpin Apel kesiapsiagaan bencana menghadapi musim hujan, di Semarang, Kamis (11/9/2025).

Semarang - Pemerintah Kota Semarang, Jawa Tengah menyiapkan berbagai upaya dan langkah kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana yang terjadi pada musim hujan, salah satunya dengan mengukuhkan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB).

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti, di Semarang, Kamis, mengatakan kehadiran FPRB bisa membuat berbagai inovasi pencegahan dan penanganan bencana alam.

“Dengan hadirnya FPRB, kita berharap lahir inovasi baru untuk memperkuat program-program seperti Kelurahan Tangguh Bencana (Katana) dan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB)," katanya.

Hal tersebut disampaikannya saat apel gladi lapang kesiapsiagaan menghadapi musim hujan dan pengukuhan anggota FPRB Kota Semarang periode 2025–2028.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini memiliki dua momentum strategis. Pertama, gladi lapang yang berfungsi untuk menguji kesiapsiagaan teknis seluruh personel di lapangan.

Kedua, pengukuhan FPRB menjadi tonggak penguatan sinergi lintas sektor dalam upaya mitigasi dan pengurangan risiko bencana.

"Upaya ini adalah fondasi untuk membangun Semarang sebagai kota yang semakin tangguh bencana," katanya.

Diingatkannya bahwa BMKG memprediksi puncak musim penghujan akan terjadi pada akhir 2025 hingga awal 2026, dengan potensi anomali cuaca yang semakin sulit diprediksi.

"Kita tidak boleh lengah, karena bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, maupun angin puting beliung bisa datang kapan saja," katanya.

Dengan kesiapsiagaan terpadu ini, Pemkot Semarang optimistis mampu meminimalkan risiko sekaligus mempercepat pemulihan bila terjadi bencana sehingga masyarakat tetap terlindungi dan kota tetap tangguh menghadapi tantangan alam.

"Latihan seperti ini penting untuk melatih koordinasi lintas instansi, sehingga ketika bencana terjadi, kita bisa bergerak cepat, tepat, dan terukur," katanya.

Apel gladi lapang kali ini melibatkan berbagai instansi dengan total ratusan personel. BPBD Kota Semarang menurunkan 75 anggota dengan peralatan lengkap mulai dari truk, mobil ATV, perahu karet, hingga peralatan selam.

TNI dan Polri juga mengerahkan pasukan, termasuk armada SAR, truk rescue, serta unit Brimob, kemudian Dinas Pemadam Kebakaran menyiagakan armada, Dinas Kesehatan dan PMI Kota Semarang menghadirkan tim lengkap dengan perahu karet.

Berbagai organisasi relawan kebencanaan juga turut serta, mulai dari Tagana, MDMC, LPBI, hingga komunitas pemuda peduli bencana.

Ratusan relawan kebencanaan juga tampak antusias mengikuti simulasi lapangan yang menampilkan skenario penanganan banjir, tanah longsor, serta evakuasi korban bencana.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.