Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Penyaluran Bantuan untuk Korban Banjir Pamarican Ciamis

📅 Rabu, 25 Feb 2026, 23:07 WIB | Oleh: Tim Penulis
Penyaluran Bantuan untuk Korban Banjir Pamarican Ciamis Doc: Antara
Ket. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat menemui masyarakat korban banjir di Desa Sukahurip, Kecakatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Rabu (25/2/2026).

Ciamis - Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) menyalurkan bantuan bagi 170 kepala keluarga (KK) korban banjir di Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis untuk meringankan beban warga terdampak.

"Per kepala keluarga mendapatkan bantuan uang sebesar Rp5 juta. Uangnya cair ke rekeningnya masing-masing," kata Gubernur Jabar Dedi Mulyadi saat menemui korban banjir di Desa Sukahurip, Kecamatan Pamarican, Ciamis, Rabu.

Ia menyampaikan, bantuan akan langsung diterima tanpa potongan administrasi apapun.

"Tidak boleh ada alasan apapun untuk meminta biaya administrasi ya, jadi harus utuh Rp5 juta," katanya.

Gubernur menyampaikan, sebelumnya Bupati Ciamis mengusulkan bantuan untuk korban banjir sebanyak 250 KK, kemudian dilakukan verifikasi yang hasilnya memenuhi syarat sebanyak 170 KK.

Namun Gubernur menyampaikan, 80 KK yang tidak lolos verifikasi juga nanti akan diproses agar bisa mendapatkan bantuan uang yang sama sebesar Rp5 juta.

"Jadi, semuanya 250 sesuai ajuan Bupati, kita kabulkan," katanya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Barat Mochamad Ade Afriandi menambahkan, saat ini bantuan yang disalurkan sudah langsung diterima masyarakat ke rekening masing-masing.

Ia mengatakan, masyarakat yang mendapatkan bantuan dari Pemrov Jabar itu dipastikan benar terdampak bencana banjir di Kecamatan Pamarican.

"Jadi, akhirnya diverifikasi itu yang betul-betul terdampak, dan sehingga keberlangsungan hidupnya perlu perhatian," katanya.

Banjir tersebut melanda pemukiman rumah penduduk di Desa Bangunsari, dan Desa Sukahurip, Kecamatan Pamarican yang terjadi dua kali yakni kejadian pertama, Senin (9/2) lalu kedua Senin (16/2).

Banjir tersebut disebabkan intensitas hujan yang tinggi, ditambah meluapnya aliran Sungai Citalahab dan tanggul sungai jebol, sehingga menyebabkan banjir yang menerjang pemukiman rumah penduduk, dan area pertanian.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.