Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Upaya Mak Ganjar Lestarikan Jajanan Selendang Mayang Khas Betawi

📅 Minggu, 08 Okt 2023, 22:22 WIB | Oleh: Tim Penulis
Upaya Mak Ganjar Lestarikan Jajanan Selendang Mayang Khas Betawi Doc: istimewa
Ket. Pelatihan pembuatan es selendang mayang untuk ibu-ibu di Kelurahan Tengah, Kecamatan Kramat jati, Kota Jakarta Timur, DKI Jakarta pada Sabtu (7/10).

JAKARTA TIMUR - Sukarelawan Mak Ganjar Jabodetabek menggelar pelatihan pembuatan es selendang mayang untuk ibu-ibu di Kelurahan Tengah, Kecamatan Kramat jati, Kota Jakarta Timur, DKI Jakarta pada Sabtu (7/10).

Koordinator Daerah Mak Ganjar Jakarta Timur, Ima menjelaskan bahwa pelatihan ini dilakukan salah satunya untuk melestarikan selendang mayang yang merupakan kuliner khas Betawi.

Dia menilai, selendang mayang merupakan kuliner yang telah terbilang langka dan jarang ditemui di pasaran. Sebab itu, pelatihan pembuatan jajanan ini disebutnya menjadi penting dilakukan guna melestarikan khazanah kuliner daerah Betawi.

"Tadi juga ada masak-masak bersama, kita mempraktikkan langsung membuat es selendang mayang. Es selendang mayang ini sudah mulai langka di pasaran. Jadi kita coba melestarikan kembali es selendang mayang itu makanan khas Betawi," kata Ima.

Mak Ganjar Jabodetabek menggandeng pelaku usaha kuliner khas Betawi untuk mengajarkan praktik pembuatan selendang mayang ini kepada para peserta. Mulai dari pemaparan bahan-bahan, hingga cara pengolahan turut diajarkan dalam pelatihan ini.

Para peserta nampak antusias mengikuti pelatihan tersebut. Meski status mereka adalah warga Jakarta, namun mereka masih belum mengetahui cara pembuatan es selendang mayang.

Latihan juga berjalan interaktif karena para peserta diajak memasak bersama dengan bahan dan alat yang telah disediakan relawan.

Ima menambahkan, pelatihan ini juga dilakukan guna mendorong ibu-ibu untuk bisa menjadikan es selendang mayang sebagai salah satu opsi usaha kuliner.

"Harapannya menambah keterampilan cara (membuat) es selendang mayang, melestarikan makanan khas Betawi. Membangkitkan semangat ibu-ibu untuk berwirausa dengan berjualan es selendang mayang karena ini sudah mulai langka," jelas Ima.

Selain itu, Ima menyebut, wilayah Kramat Jati yang memiliki banyak pasar tradisional juga memudahkan para ibu-ibu untuk menjajakan dagangannya kelak.

Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa terselenggaranya kegiatan tersebut terinspirasi dari figur yang mereka kagumi, yakni Ganjar Pranowo.

Ganjar dinilainya sebagai pemimpin yang sangat gemar memajukan sektor UMKM dan pemberdayaan kalangan ibu-ibu.

"Kegiatan kita selanjutnya akan terus mengadakan pelatihan-pelatihan yang bermanfaat untuk emak-emak di Jakarta," tuturnya. (*)

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.