Trump-Ishiba Tegaskan Kembali Komitmen Denuklirisasi Menyeluruh Korea Utara
📅 Minggu, 09 Feb 2025, 10:46 WIB | Oleh: Lili Lestari
Doc: AFP via Yonhap
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Jepang Shigeru Ishiba menegaskan kembali komitmen "tegas" mereka pada Jumat (7/2) untuk "denuklirisasi penuh Korea Utara," kata pernyataan bersama.
Setelah pertemuan puncak pertama mereka, Trump dan Ishiba mengeluarkan pernyataan, di mana kedua pemimpin menyuarakan kekhawatiran "serius" atas kemajuan program persenjataan Korea Utara dan menggarisbawahi pentingnya kerja sama trilateral dengan Korea Selatan.
"Kedua pemimpin menyatakan keprihatinan serius dan kebutuhan untuk mengatasi program nuklir dan rudal Republik Rakyat Demokratik Korea (DPRK) dan menegaskan kembali komitmen tegas mereka terhadap denuklirisasi lengkap DPRK," kata mereka dalam pernyataan yang dikutip Yonhap.
"Kedua negara menggarisbawahi perlunya mencegah dan melawan aktivitas siber jahat DPRK dan peningkatan kerja sama militer DPRK dengan Russia. Selain itu, kedua negara menegaskan pentingnya kemitraan trilateral Jepang-AS-ROK dalam menanggapi DPRK dan menegakkan perdamaian dan kesejahteraan regional," imbuh mereka.
ROK adalah kependekan dari nama resmi Korea Selatan, Republik Korea, sedangkan DPRK adalah singkatan dari nama resmi Korea Utara.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pertemuan puncak itu berlangsung di tengah ekspektasi atas kemungkinan dimulainya kembali diplomasi pribadi Trump dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un. Dalam wawancara dengan Fox News bulan lalu, Trump mengatakan akan menghubungi Kim lagi, menyebut pemimpin dinasti itu sebagai "orang pintar."
Trump menegaskan kembali harapan tersebut dalam konferensi pers bersama, dengan mengatakan bahwa menjalin hubungan baik dengan Kim adalah "hal yang baik, bukan hal yang buruk."
"Kami akan menjalin hubungan dengan Korea Utara, dengan Kim Jong-un. Saya sangat akrab dengannya," kata Trump.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kami memiliki hubungan yang baik, dan saya pikir itu merupakan aset yang sangat besar bagi semua orang yang bisa akrab dengan saya."
Trump mengklaim bahwa ia "menghentikan perang," dan jika ia tidak memenangkan pemilihan presiden, orang-orang akan "berakhir dalam situasi yang sangat buruk."
Ia tampaknya menegaskan bahwa karena hubungannya dengan Kim, yang dibina melalui diplomasi pribadinya dengan pemimpin tertutup itu selama masa jabatan pertamanya, konflik serius tidak berkobar di Korea.
Menguraikan pembahasannya dengan Ishiba, Trump menunjukkan komitmen bersama oleh dirinya dan pemimpin Jepang untuk memastikan stabilitas di Semenanjung Korea.
"Perdana Menteri dan saya akan bekerja sama erat untuk menjaga perdamaian dan keamanan, dan saya juga menyerukan perdamaian melalui kekuatan di seluruh Indo-Pasifik," katanya. "
Dan untuk tujuan itu, kami juga tetap berkomitmen pada upaya yang saya mulai pada masa jabatan pertama saya untuk memastikan keamanan dan stabilitas di Semenanjung Korea."
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!