Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

TNI AL Kodaeral IV Batam Gagalkan Penyelundupan PMI Illegal Yang Kedapatan Positif Narkoba

📅 Sabtu, 07 Feb 2026, 18:02 WIB | Oleh:
TNI AL Kodaeral IV Batam Gagalkan Penyelundupan PMI Illegal Yang Kedapatan Positif Narkoba Doc: Dispen Kodaeral IV

BATAM - TNI Angkatan Laut melalui  aparat Quick Respon Region Command (QRRC) Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) IV Batam dibawah jajaran Koarmada RI berhasil menggagalkan penyelundupan Pekerja Migran Indonesia (PMI) illegal yang kedapatan positif narkoba di perairan laut Pulau Terong Batam, Sabtu (07/02/2026).

Penangkapan dilakukan terhadap 1 orang tekong dan 1 orang ABK yang membawa 5 orang PMI non prosedural terdiri dari 3 orang pria dan 2 orang wanita dengan menggunakan Speed Boat bermesin 75 PK saat melintas di perairan laut Terong sekitar pukul 03.00 WIB.

Keberhasilan tim QRRC Kodaeral IV tersebut setelah melaksanakan pemantauan dan pengejaran terhadap sebuah speed boat  yang melintas pada dini hari dan diduga membawa PMI non prosedural dengan tujuan Malaysia. Kemudian segera dilakukan penindakan dan penangkapan.

Kronologis penangkapan bermula dari informasi jaringan intelijen mengenai rencana pengiriman PMI non prosedural dari wilayah Pulau Juda menuju Malaysia. 

Tim QRRC kemudian melaksanakan penyekatan di perairan Pulau Terong. Ketika dilakukan pengejaran, speed boat tidak mengindahkan peringatan petugas hingga akhirnya dihentikan setelah diberikan tembakan peringatan.

Selanjutnya, seluruh PMI non prosedural beserta tekong dan ABK, serta barang bukti lainnya diamankan dan dibawa menuju Kodaeral IV untuk dilakukan proses lebih lanjut. 

Dalam pemeriksaan awal, dilaksanakan tes urine oleh Diskes Kodaeral IV terhadap seluruh pihak yang telah diamankan.

Dari hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa tekong beserta ABK dinyatakan positif menggunakan narkotika jenis metamfetamin (sabu), amfetamin (ekstasi) dan THC (ganja). Temuan ini mengindikasikan adanya keterkaitan antara praktik penyelundupan PMI non prosedural dengan jaringan kejahatan lainnya.

Sebagai tindak lanjut, 5 orang PMI non prosedural direncanakan akan diserahkan kepada Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), sementara untuk tekong dan ABK akan diserahkan kepada BNN Provinsi Kepulauan Riau dan akan dilaksanakan pendalaman dan pengumpulan data terkait jaringan penyelundupan PMI non prosedural yang diduga terhubung dengan jaringan narkotika.

Keberhasilan ini menegaskan komitmen TNI Angkatan Laut Kodaeral IV dalam menjaga keamanan perairan perbatasan, melindungi warga negara Indonesia, serta memberantas kejahatan lintas batas yang mengancam kedaulatan dan keselamatan bangsa.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
PT KAI Tutup 116 Perlintasa...
Ekonomi
Menkeu Ungkap Banyak Rumor ...

Wali Kota Bogor Aktivasi Museum Pajajaran

38 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Wali Kota Bogor Aktivasi Mu...
Nasional
Mantan Wamenaker Noel Divon...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.