Tingkatkan Kewaspadaan, TNI Antisipasi Ancaman Terorisme Selama KTT Ke-43 Asean
📅 Sabtu, 02 Sep 2023, 00:22 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/Laily Rahmawaty
Jakarta - Tingkatkan kewaspadaan, menjelang dan selama penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Ke-43 Asean di Jakarta 5-7 September, TNI memastikan pengamanan dan keamanan untuk mengantisipasi potensi ancaman terorisme.
Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I TNI, Laksamana Madya TNI Erwin S. Aldedharma mengatakan meski ancaman terorisme bukan masuk dalam skala yang mengancam, namun pihaknya tetap melakukan langkah-langkah antisipasi.
"Ancaman teroris memang tidak bisa kami hilangkan sama sekali, tetapi kalau melihat perkembangan situasi dan dinamika belakang ini, masih bisa kita tolerir dan antisipasi, bukan masuk dalam skala yang mengancam," kata Erwin dalam diskusi bertajuk "Road to Asean Summit 2023: Pengamanan KTT ke-43 Asean" yang diselenggarakan oleh Forum Merdeka Barat 9 (FMB9), di Jakarta, Jumat.
Menjelang KTT Ke-43 Asean, kata dia, TNI bersama Polri telah melakukan koordinasi persiapan pengamanan dengan sejumlah instansi terkait, salah satunya Kementerian Luar Negeri untuk mencegah berbagai potensi ancaman.
Koordinasi dan kolaborasi dilakukan dalam mengumpulkan data. Pengumpulan data bertujuan untuk mengukur standar dan kesiapan personel serta materiil dalam pengamanan KTT Ke-43 Asean.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Ini pula yang menjadi standar bagi kami, seberapa jauh kami menyiapkan personel dan material pengamanan kami. Semoga data dan informasi yang kami dapatkan akurat serta mitigasi juga bisa tepat sasaran," harapnya.
Erwin menjelaskan bahwa pembagian pengamanan Ring 1, Ring 2, dan Ring 3 telah diatur sedemikian rupa, di mana Ring 1 menempel secara fisik kepada delegasi VVIP, baik saat melaksanakan kegiatan di tempat kegiatan maupun pada saat pergerakan.
"Ring 1 jelas memiliki tingkat pengamanan paling tinggi. Tidak ada yang bisa masuk, tidak ada yang bisa mendekat selain yang sudah ditentukan," ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Untuk Ring 2, lanjutnya, masih ada unsur TNI dan Polri yang melakukan pengamanan, dan sudah ditentukan pula siapa-siapa saja yang dapat masuk ke sana, melalui kartu identitas yang telah diberikan.
Adapun untuk Ring 3, TNI dan Polri berkolaborasi mengamankan daerah-daerah penyangga yang dekat ke Jakarta dan menjadi titik perhatian khusus untuk pengamanan.
Keberhasilan pengamanan KTT G-20 di Bali tahun lalu, serta Asean Summit di Labuhan Bajo menjadi pengalaman penting bagi Indonesia telah menyelenggarakan sejumlah acara tingkat regional dan internasional.
Dia menyebut, Indonesia juga telah memiliki standar keamanan untuk kegiatan-kegiatan internasional yang melibatkan kepala negara dan tamu VVIP, sehingga aparat tinggal mengikuti standar keamanan tersebut.
"Hanya mungkin karena pelaksanaan saat ini di Jakarta -dengan kompleksitas-nya- hal khusus yang perlu kita siapkan," ucapnya.
Menurut dia, kesiapan itu di antaranya memahami apa dan siapa tamu yang akan hadir. Sehingga petugas pengamanan dapat menyesuaikan situasi masing-masing negara dengan standar keamanan dan tuntutan juga harapan yang delegasi inginkan selama di Jakarta ini.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!