Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Terus Waspada, BNPB Sebut Seminggu Terakhir Dominan Bencana Hidrometeorologi Basah

📅 Selasa, 31 Jan 2023, 00:22 WIB | Oleh: Tim Penulis
Terus Waspada, BNPB Sebut Seminggu Terakhir Dominan Bencana Hidrometeorologi Basah Doc: ANTARA/Devi Nindy
Ket. Pemaparan situasi bencana oleh Pelaksana tugas Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam Disaster Briefing diikuti daring di Jakarta, Senin (30/1/2023).

Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat ada 33 kejadian bencana pada 23-29 Januari 2023, dengan didominasi oleh bencana hidrometeorologi basah.

Pelaksana tugas Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam Disaster Briefing diikuti daring di Jakarta, Senin, mengatakan bencana gelombang pasang abrasi masin-masing satu kali kejadian, banjir 16 kali kejadian, longsor 10 kejadian, dan gempa bumi ada dua kali kejadian.

"Satu hal yang perlu kita perhatikan bahwa kita masih pada periode puncak musim hujan. Jadi sampai nanti, akhir atau mungkin di awal bulan Maret, kita masih harus waspada kejadian bencana hidrometeorologi basah khususnya banjir, tanah longsor dan cuaca ekstrem," ujar Abdul.

Meski demikian, Abdul mengingatkan ada kejadian gempa kerak dangkal yang terjadi terakhir kali di Pengalengan, Bandung, dengan magnitudo 4,0 cukup yang merusak sekitar 40 rumah.

"Meskipun kita sedang pada puncak musim hujan, kewaspadaan kita terhadap potensi bencana geologi itu masih harus tetap diperhatikan. Khususnya untuk kita melihat kembali rumah-rumah kita masing-masing," ujar dia.

Abdul memaparkan secara spasial kejadian bencana di Indonesia pada pekan tersebut sangat dominan oleh bencana hidrometeorologi basah, banjir, puting beliung, dan tanah longsor.

Kejadian banjir diantaranya tampak di wilayah Sumatera dan Jawa. Abdul menekankan pada Sumatera, kejadian banjir dikaitkan dengan alih fungsi lahan yang cukup signifikan. Khususnya pada Pulau Jawa bencana hidrometeorologi tidak lepas dari faktor populasi, dimana populasi cukup tinggi.

BNPB juga melakukan intervensi dengan teknologi modifikasi cuaca (TMC) ke beberapa daerah untuk membantu sejumlah daerah yang masih dilanda banjir, agar cepat surut dan mengering.

Namun Abdul mengatakan kejadian paling signifikan adalah banjir Manado, Sulawesi Utara, yang menyebabkan satu orang tewas, dan empat tewas akibat longsor. dan hampir 2.000 jiwa mengungsi. Arus banjir yang cukup besar membuat kerusakan pada rumah-rumah.

Menurut Abdul, potensi curah hujan tinggi dipengaruhi adanya beberapa bibit siklon juga di regional di Samudra Hindia dan juga Samudra Pasifik, yang mempengaruhi kelembaban dan uap air yang ada di Indonesia. Saat ini, Indonesia masih dalam fase pengaruh La Nina dan juga Median Julian Oscillation, atau Indian Ocean Dipole di sebelah barat yang menunjukkan masih adanya pengaruh awan basah.

Sementara di timur di Pasifik, Indonesia juga masih dalam pengaruh La Nina negatif, sehingga ini masih membawa uap air dalam jumlah besar di sebagian besar wilayah Indonesia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Diserang Rudal Iran, Bandar...
Luar Negeri
Warga Singapura Makin Panja...
Luar Negeri
Disapu Topan Jangmi, 23 War...

Babel Gatiskan 6.000 Sertifikat Halal

46 menit yang lalu | Sujar

Daerah
Babel Gatiskan 6.000 Sertif...
Luar Negeri
Bandara Dihantam Rudal, Kuw...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.