Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Terpilih Jadi Kepala Sekolah Rakyat, Siti Isbandiyah: Ini di Luar Dugaan Saya

📅 Sabtu, 05 Jul 2025, 19:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Terpilih Jadi Kepala Sekolah Rakyat, Siti Isbandiyah: Ini di Luar Dugaan Saya Doc: Antara Foto
Ket. Kepala Sekolah Rakyat di Banyumas Siti Isbandiyah.

Mengemban suatu jabatan di tempat baru itu memang biasa terjadi tapi jika tempat atau institusi baru tersebut sebelumnya belum pernah ada, hal itu akan menjadi sesuatu yang istimewa.

Pun dengan Siti Isbandiyah yang terpilih sebagai Kepala Sekolah Rakyat di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Perempuan berusia 56 tahun itu tidak pernah menyangka akan mengemban amanah tersebut meskipun telah beberapa kali menjadi kepala sekolah.

Bahkan, amanah tersebut diterima tidak lama setelah dia berpindah tugas dari SMA Negeri 1 Purwokerto ke SMA Negeri 2 Purwokerto dengan jabatan yang sama sebagai kepala sekolah per tanggal 4 Juni 2025.

Sebelum terpilih sebagai Kepala Sekolah Rakyat di Banyumas, Isbandiyah menerima surat dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yang di dalamnya tercantum nama-nama yang diminta untuk mengikuti seleksi calon Kepala Sekolah Rakyat. Surat tersebut dilengkapi dengan formulir yang menyatakan bersedia atau tidak bersedia mengikuti seleksi.

"Tapi bagi saya pribadi, saya melihat bahwa ini sebuah perintah perang ibaratnya gitu. Perintah tugas yang luar biasa karena saya sendiri waktu itu belum clear seperti apa sih Sekolah Rakyat," katanya.

Dia pun berusaha mempelajarinya secara mandiri dengan mencari informasi melalui internet, salah satunya laman milik Kementerian Sosial (Kemensos), hingga akhirnya mempunyai sedikit gambaran program Sekolah Rakyat yang diusung oleh Presiden Prabowo Subianto dalam rangka mengurangi kemiskinan ekstrem melalui pendidikan tersebut.

Setelah mempelajari program Sekolah Rakyat, dia menilai surat dari Kemendikdasmen tersebut merupakan panggilan, bukan lagi sekadar perintah. Oleh karena itu, dia pun mengikuti seleksi tahap pertama di Kemendikdasmen.

Dari beberapa kandidat yang mengikuti seleksi tersebut selanjutnya diambil tiga besar untuk mengikuti seleksi lanjutan di Kemensos. Kendati telah beberapa kali menjadi kepala sekolah, dia mengakui seleksi calon Kepala Sekolah Rakyat lebih berat dari seleksi Kepala SMA karena wawancaranya menggunakan bahasa Inggris.

Isbandiyah mengakui latar belakang pendidikannya bukan guru Bahasa Inggris melainkan Biologi, namun dia bisa memahami apa yang ditanyakan meskipun tidak terlalu lancar. Dia pun berusaha menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan tersebut dengan menggunakan bahasa Inggris.

"Nah, teman-teman yang basic-nya Bahasa Inggris itu full, wawancaranya pakai bahasa Inggris full. Tapi bagi peserta seperti saya yang basic-nya bukan Bahasa Inggris 'kan ditanya, basic-nya dulu S1 dan S2 pendidikannya apa, nah itu diberikan kesempatan juga untuk memberikan jawaban dengan bahasa Indonesia," ungkapnya.

Dalam tahap seleksi di Kemensos terdapat sesi psikotest yang melibatkan Universitas Padjadjaran serta tes kemampuan berbahasa Inggris berupa English Proficiency Test (EPT) dengan melibatkan Universitas Indonesia dan dilanjutkan dengan tes wawancara.

Setelah mengikuti retret di Gedung Pusat Pendidikan Pelatihan dan Pengembangan Profesi (Pusdiklatbangprof) Kemensos, Margaguna, Jakarta, dia baru mengetahui bahwa jabatan pewawancara saat tes wawancara tersebut minimal staf ahli. Oleh karena itu, dia menilai seleksi calon Kepala Sekolah Rakyat tersebut bukan kaleng-kaleng.

Kendati sempat terbengong-bengong ketika dinyatakan lulus seleksi setelah melalui perjuangan yang luar biasa, dia merasa bahagia karena mendapat amanah sebagai Kepala Sekolah Rakyat ditambah lagi bisa bertemu dengan Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Prof Mohammad Nuh, dan orang-orang hebat lainnya.

Dia mengatakan selama ini tidak pernah membayangkan jika suatu saat akan mengemban amanah dari pemerintah untuk menempati jabatan pada institusi yang benar-benar masih baru. Bahkan ada yang mempertanyakan dirinya yang sudah nyaman sebagai Kepala SMA justru menjadi Kepala Sekolah Rakyat yang notabene merupakan institusi baru.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Grab Tegaskan Rumor Hengkan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.