Tensi AS–Venezuela Meningkat, Makro Domestik Jaga IHSG Tetap Tangguh
📅 Senin, 05 Jan 2026, 18:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA FOTO/ Bayu Pratama Snzam
JAKARTA – Stabilitas makroekonomi domestik menjadi penopang utama pergerakan IHSG di tengah meningkatnya tensi geopolitik antara Amerika Serikat dan Venezuela.
Inflasi yang terkendali, nilai tukar yang relatif terjaga, serta kredibilitas kebijakan moneter dan fiskal meredam sentimen negatif global, sehingga menjaga kepercayaan investor terhadap pasar saham Indonesia meski risiko eksternal meningkat.
Pengamat Pasar Modal Indonesia Reydi Octa mengatakan stabilitas makroekonomi domestik menopang kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di tengah adanya konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Venezuela.
“Penguatan IHSG hari ini lebih didorong sentimen domestik dan regional, bukan konflik AS dan Venezuela,” ujar Reydi saat dihubungi di Jakarta, Senin (5/1).
Ia menjelaskan, bahwa pelaku pasar melihat konflik kedua negara tersebut belum berdampak sistemik terhadap pasar keuangan global, sehingga tidak memicu aksi jual yang signifikan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dari dalam negeri, Ia mengatakan IHSG ditopang oleh stabilitas makro, optimisme awal tahun, serta rotasi ke saham-saham sektor komoditas energi dan emas yang diuntungkan oleh ketidakpastian global.
“Kombinasi ini membuat IHSG tetap menguat meski ada sentimen geopolitik eksternal,” ujar Reydi.
Pada awal tahun ini, Ia menjelaskan bahwa pelaku pasar cenderung fokus terhadap faktor fundamental, bukan isu geopolitik sesaat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Adapun, faktor-faktor fundamental yang dimaksud seperti arah kebijakan suku bunga global, khususnya ekspektasi penurunan suku bunga oleh bank sentral AS The Fed.
Selain itu, juga stabilitas kebijakan ekonomi domestik pasca-transisi pemerintahan, kinerja laba emiten terutama saham big caps, serta pergerakan harga komoditas seperti minyak dan emas.
Data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (05/01) pukul 14.55 WIB, IHSG tercatat menguat 74,58 poin atau 0,85 persen ke posisi 8.822,71.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 3.434.978 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 57,42 miliar lembar saham senilai Rp24,68 triliun. Sebanyak 411 saham naik 270 saham menurun, dan 125 tidak bergerak nilainya.
Sebagaimana diketahui, AS telah menyerang dan menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya pada Sabtu (03/01), yang mana Maduro setelahnya dibawa ke New York, AS.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!