Taiwan Siap Bantu Indonesia Wujudkan IKN yang Berkelanjutan
📅 Selasa, 10 Okt 2023, 20:25 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: istimewa
JAKARTA - Taipei Economic and Trade Office (TETO) merayakan resepsi Hari Nasional Republic of China (Taiwan) ke-112 di Hotel Borobudur Jakarta, Senin (9/10/2023) malam. Hadir dalam acara itu pejabat pemerintah Indonesia, anggota parlemen, para diplomatik, komunitas Tionghoa, pengusaha Taiwan, Cendekiawan, seniman, budayawan dan media, dan sekitar 800 undangan lainnya.
Kepala Taipei Economic and Trade Office (TETO) John Chen pada jamuan perayaan menyatakan, Taiwan telah dikenal luas sebagai negara yang berprestasi tinggi di banyak bidang. Sebagai contoh, Taiwan menduduki peringkat pertama di dunia selama lima tahun berturut-turut dalam Global Health Care Index by Country pada tahun ini.
"Sistem layanan kesehatan yang kuat tidak hanya membantu kita melewati pandemi, tetapi juga memberi pelayanan yang baik kepada masyarakat yang tinggal di Taiwan, termasuk teman-teman kita di Indonesia," katanya pada kesempatan tersebut.
Selain itu, Taiwan menempati peringkat ke-3 negara teraman di dunia berdasarkan indeks kejahatan Numbeo. Karena layanan kesehatan, keselamatan, dan lingkungan yang layak untuk ditinggali, Taiwan menjadi destinasi tinggal terbaik ke-5 bagi ekspatriat pada 2023, menurut survei tahunan Expat Insider oleh InterNations.
Di bidang olahraga, semangat tinggi dan sportivitas para atlet Taiwan pada Asian Games di Hangzhou menunjukkan bagian mendasar darisoft powerdan rahasia kesuksesan Taiwan, yakni bakat. John Chen juga menyebutkan, dalam hal pembangunan ekonomi, Taiwan menempati peringkat ke-5 di antara negara-negara terkaya di dunia, menurut Allianz Global Wealth Report 2023.
Sebaiknya Anda baca juga:
Rata-rata kekayaan bersih setiap orang Taiwan pada akhir 2022 ialah sekitar 149.500 dollar AS. Selain itu, Taiwan menempati peringkat ke-6 dari 64 negara yang dievaluasi di Switzerland Lausanne Institute of Management (IMD) World Competitiveness Yearbook 2023.
"Peringkat Taiwan terus meningkat selama lima tahun berturut-turut. Meskipun terjadi pandemi dan kemerosotan ekonomi global, perekonomian Taiwan masih tumbuh 2,45 persen pada 2022," terangnya.
Dengan memanfaatkan kehebatan teknologi di sejumlah bidang, seperti teknologi informasi dan komunikasi (TIK), kecerdasan buatan (AI), semikonduktor, manufaktur pintar, energy terbarukan, pertanian, dan bioteknologi, Taiwan telah menjadi kekuatan pendorong global ekonomi, tegasnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
John Chen mengatakan, didorong oleh Kebijakan ke Arah Selatan (New Southbound Policy), Taiwan dan Indonesia menjadi mitra pembangunan yang hebat sehingga menghasilkan hubungan antar masyarakat yang erat dalam berbagai aspek. Saat ini, ada sekitar 400 ribu warga negara Indonesia yang bekerja, belajar, dan tinggal di Taiwan, diantaranya ada sekitar 260.000 pekerja migran Indonesia.
"Di sisi lain, ada 20 ribu warga Taiwan yang menjalankan bisnis di Indonesia. Untuk para pekerja migran Indonesia, Taiwan memberikan gaji, asuransi kesehatan, dan kesejahteraan bagi pekerja migran Indonesia yang terbaik dibandingkan pekerja migran asing lainnya," ungkapnya.
Di bidang pendidikan, menurut John Chen, saat ini terdapat lebih dari 16.600 pelajar Indonesia yang sedang mengejar gelar tinggi di Taiwan. Indonesia menjadi negara penyumbang pelajar asing terbesar kedua untuk Taiwan.
Ia menerangkan di bidang pertanian, Taiwan memiliki sejarah kerja sama panjang dengan Indonesia yang dapat ditelusuri kembali ke tahun 1976. Selama 47 tahun terakhir, Taiwan Technical Mission (TTM), bekerja sama dengan pemerintah dan swasta di Indonesia, melaksanakan banyak inisiatif dan proyek berharga di Indonesia, meliputi Pulau Jawa, Bali, Sulawesi, dan Sumatra.
Dalam aspek bantuan kemanusiaan, John Chen mengatakan, Taiwan tidak ketinggalan dibandingkan negara lain, pasca gempa Cianjur pada November 2022, Pemerintah Taiwan segera menyumbangkan 100.000 dollar AS untuk rekonstruksi sekolah-sekolah di daerah bencana, termasuk memberikan bantuan sembako, kepedulian Taiwan membawa harapan baru bagi para korban bencana.
"Kerja sama Taiwan dan Indonesia selain mencakup kerja sama pertanian, pencegahan dan pengendalian demam berdarah, survei dan pemetaan lahan, perawatan medis, pembuangan sampah dan daur ulang sumber daya," kata dia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!