Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Sri Lanka Percayakan Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya senilai $1,7 miliar kepada Perusahaan Australia

📅 Selasa, 12 Des 2023, 20:48 WIB | Oleh:
Sri Lanka Percayakan Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya senilai $1,7 miliar kepada Perusahaan Australia Doc: Istimewa
Ket. Pemerintah Sri Lanka telah menyetujui rencana untuk membangun pembangkit listrik tenaga surya terbesar di negara itu, dengan fasilitas berkapasitas 700 megawatt di distrik Kilinochchi, untuk mengatasi krisis listrik.

COLOMBO - Pemerintah Sri Lanka pada Selasa (12/12) mengumumkan bahwa pihaknya telah memberikan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terbesar di negara kepulauan itu, kepada perusahaan Australia, United Solar Energy Australia. Fasilitas dengan kapasitas 700 megawatt di distrik Kilinochchi ini akan dibiayai oleh investasi asing langsung sebesar 1,7 miliar dolar AS.

Dikutip dari Times of India, inisiatif energi terbarukan tersebut bertujuan untuk mengatasi krisis listrik yang disebabkan oleh pemadaman listrik tahun lalu, dengan mendiversifikasi jaringan listrik Sri Lanka dan meningkatkan keamanan energinya.

Krisis ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya pada tahun lalu menyebabkan Sri Lanka mengalami pemadaman listrik hingga 13 jam setiap hari karena pembangkit listrik kehabisan dana untuk membayar impor bahan bakar fosil.

Pemerintah telah mempercepat sejumlah proposal energi terbarukan untuk mendiversifikasi jaringan listrik di pulau tersebut. Menteri Energi, Kanchana Wijesekera, mengatakan, pemerintah telah menyetujui rencana pembelian listrik dari rencana pembangkit listrik berkapasitas 700 megawatt yang akan dibangun tersebut.

"Fasilitas di distrik Kilinochchi utara akan dibiayai oleh investasi asing langsung sebesar $1,7 miliar," tulisnya di X, yang sebelumnya dikenal sebagai Twitter.

Pembangkit tersebut akan menjadi skema energi terbarukan terbesar di Sri Lanka sejauh ini.

Kolombo pada bulan Februari menyetujui investasi senilai 442 juta dolar AS oleh Adani Group di India yang dilanda skandal untuk membangun pembangkit listrik tenaga angin berkapasitas 350 megawatt, juga di bagian utara pulau itu.

Krisis ekonomi di Sri Lanka telah menyebabkan kekurangan makanan, bahan bakar dan obat-obatan pada tahun lalu ketika negara tersebut kehabisan devisa untuk membayar impor.

Presiden Ranil Wickremesinghe, yang menjabat setelah protes publik terhadap krisis yang mendorong tersingkirnya pendahulunya, telah berkomitmen pada rencana penyelamatan Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) untuk memulihkan keuangan negara.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Disapu Topan Jangmi, 23 War...

Babel Gatiskan 6.000 Sertifikat Halal

29 menit yang lalu | Sujar

Daerah
Babel Gatiskan 6.000 Sertif...
Luar Negeri
Bandara Dihantam Rudal, Kuw...
Daerah
SPMB 2026 Bengkulu Tanpa Ti...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.