Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Spesies Mamalia yang Lama Hilang Ditemukan Lagi di Pegunungan Papua

📅 Jumat, 10 Nov 2023, 10:53 WIB | Oleh: Tim Penulis
Spesies Mamalia yang Lama Hilang Ditemukan Lagi di Pegunungan Papua Doc: BBC
Ket. Echidna, satwa yang digambarkan memiliki duri landak, moncong trenggiling, dan kaki tahi lalat ditemukan di Pegunungan Cyclops, Papua, Indonesia.

LONDON - Spesies mamalia yang dilaporkan telah lama hilang ditemukan lagi oleh para ilmuwan. Echidna, satwa yang digambarkan memiliki duri landak, moncong trenggiling, dan kaki tahi lalat ditemukan di Pegunungan Cyclops, Papua, Indonesia, lebih dari 60 tahun setelah terakhir kali tercatat.

Echidna berparuh panjang Attenborough, dinamai menurut nama naturalis Inggris David Attenborough, untuk pertama kalinya difoto dengan kamera jejak di hari terakhir ekspedisi selama empat minggu yang dipimpin para ilmuwan Universitas Oxford.

Setelah turun dari pegunungan di akhir perjalanan, ahli biologi James Kempton menemukan gambar makhluk kecil yang berjalan melalui semak-semak hutan pada kartu memori terakhir yang diambil dari 80-an kamera jarak jauh.

"Ada rasa euforia yang luar biasa, juga lega setelah sekian lama berada di lapangan tanpa hasil hingga hari terakhir," katanya, menggambarkan momen pertama kali ia melihat rekaman tersebut bersama kolaborator dari kelompok konservasi Indonesia YAPPENDA.

"Saya berteriak kepada rekan-rekan saya... dan berkata 'kita menemukannya, kita menemukannya' - saya berlari dari meja saya ke ruang tamu dan memeluk mereka."

Echidna memiliki nama yang sama dengan makhluk mitologi Yunani setengah wanita dan setengah ular, tim menggambarkannya sebagai makhluk pemalu, penghuni liang di malam hari yang terkenal sulit ditemukan.

"Alasan mengapa mamalia ini tampak berbeda dari mamalia lain adalah karena mereka merupakan anggota monotremata - kelompok bertelur yang terpisah dari mamalia lainnya sekitar 200 juta tahun lalu," kata Kempton.

Spesies ini hanya tercatat satu kali secara ilmiah sebelumnya oleh seorang ahli botani Belanda pada 1961. Spesies echidna yang berbeda ditemukan di seluruh Australia dan dataran rendah New Guinea.

Tim Kempton selamat dari gempa bumi, malaria, dan bahkan lintah yang menempel di bola mata selama perjalanan mereka.Mereka bekerja sama dengan desa setempat Yongsu Sapari untuk menavigasi dan menjelajahi daerah terpencil di timur laut Papua.

Echidna tertanam dalam budaya lokal, termasuk tradisi yang menyatakan bahwa konflik diselesaikan dengan mengirim salah satu pihak yang berselisih ke hutan untuk mencari mamalia dan pihak lainnya ke laut untuk mencari ikan marlin, menurut tetua Yongsu Sapari yang dikutip Universitas.

Kedua makhluk tersebut dianggap sangat sulit ditemukan sehingga memerlukan waktu puluhan tahun atau satu generasi untuk menemukannya. Namun, setelah ditemukan, hewan tersebut melambangkan berakhirnya konflik dan kembalinya hubungan harmonis.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.