Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Skandal TPPO di Banten: Rekrut Perempuan, Layani 10 Pria Sehari, Tarif hingga Rp500 Ribu

📅 Selasa, 31 Mar 2026, 04:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Skandal TPPO di Banten: Rekrut Perempuan, Layani 10 Pria Sehari, Tarif hingga Rp500 Ribu Doc: Antara
Ket. Kabid Humas Polda Banten, Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea, di Serang, Banten, Senin (30/3).

Serang - Kepolisian Daerah (Polda) Banten melalui Subdit IV Ditreskrimum mengungkap kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dengan modus prostitusi daring dan menangkap dua tersangka berinisial AN (29) dan TH (23).

Kabid Humas Polda Banten, Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea, di Serang, Senin (30/3), mengatakan pengungkapan kasus ini bermula dari informasi masyarakat terkait adanya praktik perekrutan dan penampungan perempuan di sebuah rumah indekos di wilayah Kota Cilegon.

"Menindaklanjuti laporan tersebut, tim mendatangi lokasi pada Senin dini hari sekitar pukul 00.30 WIB. Dari hasil pemeriksaan, kami menemukan sejumlah kamar yang dijadikan tempat untuk melayani pelanggan," kata Maruli.

Maruli menjelaskan, modus operandi kedua pelaku adalah merekrut, menampung, dan menawarkan para korban kepada pria hidung belang melalui aplikasi MiChat untuk meraup keuntungan pribadi.

Dalam praktiknya, para korban ditawarkan dengan tarif berkisar antara Rp200.000 hingga Rp500.000 per layanan. Untuk memikat korban, pelaku menjanjikan penghasilan sebesar Rp3,5 juta per minggu ditambah uang makan Rp100.000 per hari, dengan target melayani sedikitnya 10 pelanggan.

Dari lokasi kejadian, polisi menyita sejumlah barang bukti yang menguatkan adanya praktik TPPO tersebut.

"Barang bukti yang diamankan meliputi uang tunai sebesar Rp2.310.000, tiga kotak alat kontrasepsi, dua buah pelumas, satu kunci kamar, satu buku catatan pelanggan, serta empat unit telepon seluler berbagai tipe yang digunakan pelaku," tambahnya.

Atas pengungkapan kasus ini, Maruli mengimbau masyarakat untuk lebih peka terhadap lingkungan sekitar dan berperan aktif dalam mencegah eksploitasi.

"Kami mengajak masyarakat untuk segera melapor melalui Call Center 110 apabila mengetahui adanya praktik perdagangan orang. Peran serta masyarakat sangat penting dalam upaya pencegahan dan pemberantasan TPPO," pungkas Maruli.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Pemutihan Pajak Kendaraan B...
Megapolitan
30 Rumah di Tanah Tinggi Ja...
Megapolitan
Dua WNA Ditemukan Meninggal...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.