SGC Hadir Beri Solusi Keterpurukan Ekonomi Petani Melalui Kemitraan Tebu
📅 Rabu, 03 Des 2025, 01:00 WIB | Oleh: M. Selamet Susanto
Doc: KORAN JAKARTA/MSS
Ekonomi masyarakat sekarang sedang terpuruk akibat pasokan berlebih dari ubi kayu, tanaman yang selama ini menjadi andalan petani. Kehadiran SGC dengan kemitraan tebu ini memberi solusi.
LAMPUNG TENGAH - Komitmen Sugar Group Companies (SGC) dalam menggerakkan ekonomi Lampung melalui Kemitraan Tebu dengan petani terus berlanjut. Setelah berlangsung di beberapa titik, kali ini sosialisasi kemitraan tebu dalam rangka meningkatkan kesejahteraan petani Lampung berlangsung di Kampung Setia Bakti, Kecamatan Seputih Banyak, Lampung Tengah, Selasa (2/12).
Perwakilan SGC, Saeful Hidayat dalam sosialisasi di tempat wisata Dewi Lipung, Seputih Banyak, mengatakan bahwa SGC dengan ikhlas membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Lampung yang belakangan ini terus menurun karena terpuruknya harga singkong, komoditi yang selama ini mereka tanam.
“Jangan mau menanam tanaman yang bikin rugi. Hidup sudah susah jangan ditambah lagi bebannya,” kata Saeful.
Untuk itu, pihak SGC yang datang lengkap dengan petingginya menawarkan kepada masyarakat untuk beralih menanam tebu.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Saya yakin, dengan bimbingan teknis yang kami lakukan, para petani akan berhasil dan meningkat ekonominya. Ikuti saja arahan dari pembimbing yang sudah kami pilih,” katanya.
Menurutnya, menanam tebu memang mudah, tapi perlu perhatian. “Harus ada tender loving care, perlu perhatian khusus. Ibarat suami isteri, jangan terlalu sering ditinggal, bisa kabur,” kata Saeful.
Iklim Lampung sangat cocok untuk menanam tebu. Berbeda dengan tanaman lain, tebu sekali tanam bisa dipanen beberapa kali, minimal empat kali. Syaratnya ya harus ditanam dengan baik.
Untuk menjadi mitra SGC, petani tidak harus memiliki lahan yang luas. “Walaupun ada yang 60 hektare yang mendaftar sebagai mitra SGC, tapi tidak harus seluas itu. Setengah hektare pun boleh asal sungguh-sungguh, katanya.
SGC Memberi Solusi
Wakil Bupati Lampung Tengah, Komang Koheri pada sambutannya mengatakan bahwa kehadiran SGC di tengah-tengah masyarakat merupakan solusi atas permasalahan yang ada di masyarakat.
Menurut Komang, ekonomi masyarakat kan sekarang sedang terpuruk akibat pasokan berlebih dari ubi kayu, tanaman yang selama ini menjadi andalan petani. Kehadiran SGC dengan kemitraan tebu ini memberi solusi.
“Saya berharap petani bisa diversifikasi dengan beralih menanam tebu. SGC jelas memberi solusi, dan mereka komitmen membantu masyarakat. Dan bisa dilihat kan bagaimana respons masyarakat, sangat antusias. Memang perlu edukasi buat para petani karena tebu ini kan sesuatu yang baru bagi sebagian besar mereka,” katanya.
Tawarkan Pendidikan Gratis
Tidak hanya memberi solusi untuk situasi yang terjadi di tengah masyarakat saat ini, dalam sosialisasi kemitraan, SGC juga menawarkan pendidikan gratis bagi anak muda Lampung melalui dua politeknik yang mereka miliki, di Tulang Bawang Barat dan Lampung Tengah.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!