Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Scalise dan Jordan Calonkan Diri Jadi Ketua DPR

📅 Jumat, 06 Okt 2023, 02:40 WIB | Oleh:
Scalise dan Jordan Calonkan Diri Jadi Ketua DPR Doc: istimewa
Ket. Steve Scalise dan Jim Jordan

WASHINGTON DC - Persaingan untuk menggantikan ketua DPR yang terguling, Kevin McCarthy, mulai terjadi pada Rabu (4/10) ketika Steve Scalise, anggota DPR dari Partai Republik, dan Jim Jordan, tokoh penentang utama Presiden Joe Biden, mengatakan bahwa mereka akan mencalonkan diri untuk jabatan tersebut.

Kedua anggota parlemen tersebut mungkin akan bergabung dengan beberapa kandidat lainnya dalam pertarungan yang panjang dan kemungkinan besar akan berantakan untuk mengisi jabatan utama di DPR di mana Partai Republik memegang mayoritas.

Anggota parlemen dari Partai Republik yang hadir pada sebuah pertemuan pribadi sebagian besar menyebut keduanya sebagai kandidat utama.

Pemecatan bersejarah McCarthy sebagai ketua DPR pada Selasa (3/10) lalu, terjadi akibat didesak oleh faksi pemberontak Partai Republik, menandai pertama kalinya majelis tersebut mencopot pemimpinnya dari posisi kedua pengganti presiden setelah wakil presiden.

Partai Republik telah menetapkan pemungutan suara pada 11 Oktober untuk memilih penggantinya dan dijadwalkan bertemu sehari sebelumnya untuk mendengarkan pendapat kandidat mereka.

Proses untuk mencari ketua DPR baru bisa memakan waktu di mana anggota parlemen harus memperpanjang anggaran belanja pemerintah sebelum berakhir pada 18 November mendatang dan memperbarui program subsidi serta tugas-tugas lainnya.

Kandidat

Scalise telah lama dianggap sebagai pengganti McCarthy dan telah bertemu secara pribadi dengan Partai Republik untuk membangun dukungan bagi pencalonannya. Dia bahkan dipandang lebih konservatif dibandingkan McCarthy.

"Kita semua harus bersatu dan mengambil arah yang sama untuk mengembalikan negara ke jalur yang benar," tulis Scalise dalam surat kepada Partai Republik.

Sementara Jordan, 59 tahun, mantan pegulat perguruan tinggi yang memimpin penyelidikan terhadap pemerintahan Biden, pertama kali menjadi terkenal sebagai pemimpin sayap kanan partai sebelum akhirnya membentuk aliansi dengan McCarthy. Dia pun dikenal sebagai pendukung vokal mantan presiden Donald Trump.

Sebagai ketua Komite Kehakiman, Jordan terlibat dalam penyelidikan pemakzulan terhadap Biden dan terlibat dengan jaksa penuntut negara yang telah mengajukan kasus pidana terhadap Trump.

Jordan menyoroti peran utamanya dalam rancangan undang-undang yang secara dramatis akan memperketat imigrasi, dan menyebutnya sebagai undang-undang paling signifikan di Kongres ini. RUU tersebut telah disahkan DPR tetapi tidak mendapat hasil di Senat yang dikuasai Partai Demokrat.

"Kita bisa fokus pada perubahan yang memperbaiki negara dan menyatukan kita dalam menawarkan solusi nyata. Tapi apa pun yang kita lakukan, kita harus melakukannya bersama-sama sebagai sebuah konferensi," tulis Jordan kepada Partai Republik. ST/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Babel Gatiskan 6.000 Sertifikat Halal

17 menit yang lalu | Sujar

Daerah
Babel Gatiskan 6.000 Sertif...
Luar Negeri
Bandara Dihantam Rudal, Kuw...
Daerah
SPMB 2026 Bengkulu Tanpa Ti...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.