Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Sawah Bertambah, Produksi Padi Sumsel Siap Tancap Gas!

📅 Jumat, 23 Mei 2025, 20:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Sawah Bertambah, Produksi Padi Sumsel Siap Tancap Gas! Doc: ANTARA/ Feny Selly
Ket. Petani memperbaiki arah aliran air yang didapat dari pompa listrik di kawasan persawahan Desa Durian Kelurahan Veteran Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur (OKU Timur), Sumatera Selatan, Jumat (19/2/2021). 

PALEMBANG - Mencetak sawah baru sangat penting karena dapat mendukung ketahanan pangan nasional, mengurangi ketergantungan pada impor, dan menciptakan lapangan kerja baru di sektor pertanian. 

Dengan memperluas areal sawah, produksi beras bisa meningkat, sehingga Indonesia lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan. 

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) menargetkan mencetak sawah baru seluas 48 ribu hektare pada 2025 guna meningkatkan produksi padi di wilayah itu.

Kepala Dinas Pertanian dan Hortikultura Sumsel Bambang Pramono di Palembang, Jumat (23/5), mengatakan untuk cetak sawah, pihaknya telah melaksanakan kontrak investigasi serta Survei Investigasi dan Desain (SID) pada Maret 2025.

Ia menjelaskan kontrak SID pada Maret 2025 itu seluas 5.000 hektare, kemudian pada 14 Mei seluas 11.600 hektare, dan tanggal 19 Mei ada 6.000 hektare dan 5.000 hektare.

“Terakhir kontrak SID 20.400 hektare pada awal Juni 2025, sehingga totalnya 48 ribu hektare,” jelasnya.

Ia mengatakan Kementerian Pertanian juga mendorong agar lahan yang telah selesai kontrak SID segera dilaksanakan kontrak konstruksinya, sehingga disepakati bersama kabupaten/kota untuk proses konstruksi akan mulai dilaksanakan pada pekan mendatang.

“Jadi mengejar untuk konstruksi cetak sawah pada pada lahan yang sudah kontrak SID seluas 5.000 hektare, tanpa menunggu semua (kontrak SID) selesai,” ujarnya.

Dengan program cetak sawah tersebut, pemerintah pusat menargetkan Sumsel dapat menambah jumlah produksi sebanyak 1 juta ton gabah kering giling (GKG). Sedangkan, produksi Sumsel saat ini hampir mencapai 3 juta ton GKG atau mencapai 2,94 juta ton GKG.

Untuk wilayah tertinggi dalam program cetak sawah di Sumsel terdiri dari Ogan Komering Ilir (OKI), Ogan Komering Ulu Timur, dan Ogan Ilir dengan rata-rata luasan 11.200 sampai 11.600 hektare.

“Cetak sawah ini tentu berproses untuk memiliki tingkat produksi maksimal seperti lahan yang sudah ada. Mungkin awal tahun pertama nanti bisa 3 ton mendekati 4 ton, kemudian di tahun kedua bisa mendekati 5 ton,” kata Bambang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

28 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.