Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Russia Belum Berencana Blokir Wikipedia

📅 Rabu, 19 Apr 2023, 16:38 WIB | Oleh: Tim Penulis
Russia Belum Berencana Blokir Wikipedia Doc: Istimewa

LONDON - Russia belum berencana untuk memblokir Wikipedia, kata kementerian urusan digital pada Selasa (18/4), saat pengadilan Moskwa menjatuhkan denda lainnya kepada ensiklopedia daring itu karena gagal menghapus konten yang dianggap ilegal oleh Russia.

Wikipedia adalah satu dari beberapa sumber informasi independen yang tersisa di Russia sejak negara tersebut meningkatkan penindakan keras terhadap konten daring setelah Moskwa mengirim angkatan bersenjatanya ke Ukraina.

"Kami belum akan memblokir Wikipedia, belum ada rencana untuk itu sekarang," kata menteri urusan digital Maksut Shadaev yang dikutip kantor berita Interfax.

Wikipedia menyatakan dalam pernyataan surel bahwa pihaknya akan terus menyediakan akses ke Wikipedia bagi penutur bahasa Russia di seluruh dunia yang menemukan nilai dalam situs tersebut, serta berupaya melindungi hak setiap orang untuk mengaksesnya.

Pada Selasa, pengadilan Moskwa mendenda pemilik Wikipedia, Yayasan Wikimedia, sebesar 800.000 ruble (145,89 juta rupiah) untuk hal yang disebut lembaga Russia sebagai kegagalan menghapus informasi yang dinilai telah mempromosikan aksi bergelantungan di kereta, di mana penumpang menaiki sisi samping atau di atas sebuah kereta.

Wikimedia sebelumnya menyatakan bahwa informasi yang dikeluhkan otoritas Russia memiliki sumber yang jelas dan selaras dengan standar Wikipedia.

Russia telah bertahun-tahun berupaya meluncurkan ensiklopedia daring buatan sendiri, tanpa adanya kemajuan yang berarti.

Russia juga berjuang menghadirkan layanan hosting video seperti YouTube, yang tetap tersedia saat berbagai platform media asing lainnya diblokir di negara tersebut.

Vlacheslav Volodin, Ketua Duma Negara (DPR Russia), yang merupakan majelis rendah parlemen Russia, pada Selasa menyatakan bahwa pengadilan telah memerintahkan Google untuk membayar 1 miliar ruble (182,36 miliar rupiah) karena memblokir saluran Duma TV di YouTube.

"Hari ini, juru sita pengadilan telah mulai menyita properti, untuk mencari dana tersebut," kata Volodin.

Google di Russia belum memberikan tanggapan atas permintaan untuk komentar.

Kantor berita Interfax menyatakan regulator komunikasi Roskomnadzor akan menerapkan denda kepada Google hingga 4 juta ruble (729,47 juta rupiah) karena menolak menghapus konten yang dilarang di Russia.

Kasus itu akan disidangkan di pengadilan Moskow pada 20 April.

September lalu, pengadilan mengukuhkan denda sebesar 21,7 miliar ruble (3,95 triliun rupiah) terhadap anak perusahaan Google di Russia karena berulang kali gagal menghapus informasi yang terkait dengan kampanye di Ukraina.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

57 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Nasional
Pelaksanaan program penghap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.