Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

RSUD Rangkasbitung Kekurangan Tiga Dokter Spesialis

📅 Selasa, 20 Agu 2024, 12:21 WIB | Oleh: Tim Penulis
RSUD Rangkasbitung Kekurangan Tiga Dokter Spesialis Doc: ANTARA/Mansur
Ket. Direktur RSUD Adjidarmo Rangkasbitung, Kabupaten Lebak dr Budi Mulyanto.

RANGKASBITUNG -RSUD Adjidarmo Rangkasbitung Kabupaten Lebak, Banten, hingga kini kekurangan tenaga dokter spesialis bedah urologi, spesialis bedah saraf dan spesialis forensik.

"Kami masih kekurangan tenaga dokter spesialis, karena belum memiliki sarana dan prasarananya," kata Direktur RSUD Adjidarmo RangkasbitungBudi Mulyanto di Lebak, Selasa.

Ia mengatakan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) hingga kini belum mengirimkan tenaga dokter spesialis bedah urologi, spesialis bedah saraf, dan spesialis forensik, karena dinilai belumbelum memiliki sarana dan prasarana. Berdasarkan standar Kemenkes RI, kata dia, penyebaran dokter spesialis di RSUD Adjidarmo Rangkasbitung relatif cukup.Jumlah tenaga dokter spesialis di RSUD Adjidarmo Rangkasbitung, lanjut dia, tiga dokter spesialis kebidanan,tiga dokter spesialis penyakit dalam, dua dokter spesialis anestesi, satu dokter spesialis ortopedi,dua dokter spesialis THT, satu dokter spesialis anak, dua dokter spesialis mata, dua dokter spesialis kulit, dua dokter spesialis jantung,lima dokter bedah umum, dan dua dokter spesialis paru.

Selama ini, kata dia, pelayanan RSUD Adjidarmo Rangkasbitung terus ditingkatkan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Bahkan RSUD Adjidarmo Rangkasbitung kini sudah kelas B dengan akreditasi Paripurna.

"Kami bekerja keras untuk memberikan pelayanan terbaik dan bekerja secara profesional untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat," katanya.

Menurut dia, kehadiran dokter spesialis tentu sangat dibutuhkan masyarakat karena mereka memiliki kompetensi di bidangnya dan bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Dokter spesialis juga sudah teruji untuk penanganan penyakit sesuai bidang mereka dan mengantongi Surat Tanda Registrasi (STR) yang dikeluarkan Kemenkes RI.

"Kami tahun depan memastikan bisa memenuhi tiga dokter spesialis itu dan kini dilakukan pembangunan sarana dan prasarananya," kata Budi Mulyanto.
Sementara itu sejumlah masyarakat Kabupaten Lebak mengatakan sejauh ini pelayanan RSUD Adjidarmo Rangkasbitung relatif baik dan bisa terlayani oleh dokter spesialis, namun hanya kekurangan tenaga dokter spesialis bedah urologi, spesialis bedah saraf, dan spesialis forensik.

"Kami rutin setiap bulan berobat penyakit jantung ke RSUD Adjidarmo Rangkasbitung dan bisa dilayani sehingga tidak perlu ke RSCM Jakarta," kata Ujang (55) warga Rangkasbitung, Kabupaten Lebak.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Babel Gatiskan 6.000 Sertifikat Halal

17 menit yang lalu | Sujar

Daerah
Babel Gatiskan 6.000 Sertif...
Luar Negeri
Bandara Dihantam Rudal, Kuw...
Daerah
SPMB 2026 Bengkulu Tanpa Ti...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.