Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ribuan Orang Unjuk Rasa Menentang Proyek Pengendalian Banjir Fiktif

📅 Senin, 01 Des 2025, 02:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ribuan Orang Unjuk Rasa Menentang Proyek Pengendalian Banjir Fiktif Doc: AFP/Jam STA ROSA
Ket. Sejumlah warga turut serta dalam aksi protes menentang korupsi di sebuah jalan raya di Quezon City, Metro Manila, pada Minggu (30/11). Dalam aksi unjuk rasa melawan korupsi ini, mereka menuntut agar para pejabat yang terlibat dalam skandal korupsi proyek pembangunan pengendalian banjir fiktif untuk segera dipenjara.

MANILA - Ribuan orang pada Minggu (30/11) berunjuk rasa di Ibu Kota Filipina menuntut hukuman penjara bagi sejumlah pejabat, anggota parlemen, dan pemilik perusahaan konstruksi yang dituduh mengantongi miliaran dollar uang pembayar pajak dalam skandal korupsi besar-besaran.

Kemarahan terhadap apa yang disebut proyek pengendalian banjir fiktif telah meningkat selama berbulan-bulan di negara kepulauan berpenduduk 116 juta jiwa itu, di mana seluruh kota telah tergenang dalam banjir yang didorong oleh topan dahsyat dalam beberapa bulan terakhir.

Presiden Filipina, Ferdinand Marcos Jr, telah melihat kawan maupun lawan, termasuk sepupunya seorang anggota kongres, terseret dalam skandal tersebut sejak ia menjadikan penipuan yang meluas itu sebagai inti dari pidato nasionalnya pada Juli lalu.

Pada hari Minggu, para pengunjuk rasa yang menghadapi barikade berkawat berduri yang menghalangi rute mereka menuju istana presiden meneriakkan, "Polisi! Pelindung para koruptor!" sementara polisi antihuru-hara memukul-mukul perisai mereka sebagai balasan.

Para pengunjuk rasa, yang sebelumnya berkumpul di Luneta Park Manila, membawa patung besar yang menggabungkan Marcos dan pesaing politik utamanya, Wakil Presiden Sara Duterte, menjadi buaya berkepala dua yang melambangkan korupsi.

Sekitar 10 kilometer jauhnya, sekelompok demonstran lain menyerukan agar pejabat korup segera dipenjara saat mereka berbaris di sepanjang jalan raya yang dikenal sebagai EDSA, lokasi Gerakan People Power yang membantu menggulingkan ayah Marcos dari kekuasaan pada tahun 1986.

Menurut perkiraan resmi, jumlah massa kurang dari 10.000 orang yang turun ke jalan, sementara lebih dari 17.000 petugas polisi dikerahkan.

Penangkapan pertama terkait dengan skandal tersebut berhasil meringkus delapan anggota Dinas Pekerjaan Umum dan Jalan Raya negara itu yang diumumkan beberapa hari yang lalu, dengan pemerintah berjanji bahwa koruptor kakap akan segera ditangkap.

Mervin Toquero dari Dewan Gereja Nasional di Filipina mengatakan kepada AFP bahwa dirinya tidak puas dengan informasi itu.

"Tidak mungkin korupsi itu terjadi tanpa sepengetahuan pejabat tinggi," kata pria berusia 54 tahun itu di Luneta. "(Mereka) juga harus bertanggung jawab," imbuh dia.

"Ada orang yang meninggal karena korupsi yang terjadi," kata Jessie Wanaluvmi J, 20 tahun, seorang warga yang juga turut dalam unjuk rasa ini.

Azon Tobiano, 68 tahun, yang membawa cucunya, mengatakan dia turut berunjuk rasa setelah melihat ajakan bertindak di media sosial.

"Saya sangat berharap keadilan akan ditegakkan. Saya harap presiden akan tegas memenjarakan mereka yang bertanggung jawab, baik kerabatnya maupun senator," ujar dia.

Masalah Sistemik

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Disapu Topan Jangmi, 23 War...

Babel Gatiskan 6.000 Sertifikat Halal

28 menit yang lalu | Sujar

Daerah
Babel Gatiskan 6.000 Sertif...
Luar Negeri
Bandara Dihantam Rudal, Kuw...
Daerah
SPMB 2026 Bengkulu Tanpa Ti...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.