Review Mission: Impossible - The Final Reckoning, Aksi Nekat Aktor Gaek dan Cerita yang Kuat
📅 Rabu, 21 Mei 2025, 22:48 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: Istimewa
Aktor Tom Cruise dan sutradara Christopher McQuarrie telah mengatakan bahwa Mission: Impossible The Final Reckoning yang baru saja diluncurkan di seluruh dunia, adalah film terakhir dalam waralaba itu. Mungkin karena alasan itu Cruise tampil habis-habisan dalam sejumlah adegan berbahaya yang seharusnya dilakukan oleh stuntman.
Mulai dari bergelantungan di sayap pesawat capung, kejar-kejaran mobil dalam terowongan gunung hingga menyelam dilakukannya sendiri. Aksi menegangkan memang sudah menjadi ciri khas waralaba yang diangkat dari serial tahun 1960-an itu, sejak Cruise sebagai produser ikut menentukan bagaimana karakternya, Ethan Hunt. Kendali Cruise atas penulis naskah dan pemilihan pemain juga menentukan siapa yang akan mendapatkan pekerjaan itu dan karakter mana yang akan bertahan hidup untuk ikut dalam film berikutnya.
Salah satu aksi ikonik Final Reckoning adalah saat bintang berumur 62 tahun itu sedang mengejar Gabriel, antagonis utama, hingga bergelantungan di sayap pesawat yang melaju di langit dan harus menahan terpaan angin hanya berbekal kabel pengaman.
Dalam tampilan di layar IMAX yang besar dan super tajam, adegan tersebit memang seharusnya memukau, seperti saat ia terjun bebas dengan sepeda motor trail di ngarai terjal yang sangat dalam dalam film sebelumnya, Dead Reckoning.
Namun seperti di sekuel ketujuh itu, materi promosi yang diumbar mengenai aksi berani Cruise, dalam adegan Behind The Scenes (BHS) Final Reckoning, seperti mengurangi "greget". Ketegangan seolah tereduksi, karena banyak dari penonton telah menyaksikan adegan dibalik layarnya yang beredar masif dalam promo Paramount Pictures di media sosial.
Sebaiknya Anda baca juga:
Apalagi sutradara Christopher McQuarrie dalam sebuah kesempatan talkshow telah mengungkap bahwa dalam menulis naskah, ia selalu mengikuti adegan berbahaya apa yang ingin dilakukan Cruise. Tanpa bermaksud menghormati jerih payah bintang Top Gun ini, itu seperti 'memaksakan' alur cerita harus sesuai dengan aksi berbahaya seperti apa yang diinginkan Cruise, apakah itu di antara keterjalan gunung, ketinggian Burj Khalifa atau di udara. Hingga mungkin penonton yang kritis akan kesal bagaimana Crusie bisa selamat dari berbagai kondisi ekstrem penyelaman di laut Bering yang beku, sampai ditabrak oleh kapal selam Rusia.
"Kami membahas aksi apa yang ingin ditampilkan, lalu kita mencari di negara mana syuting adegan itu diizinkan. Awalnya kami memilih Afrika Selatan (sesuai lokasi cerita) tapi mereka (pihak berwenang) tidak mengizinkan sehingga pindah ke Selandia Baru," ujar McQuarrie merujuk pada adegan pamungkas Mission: Impossible The Final Reckoning.
Tetapi memang demikian ciri khas waralaba ini, setidaknya sejak Mission: Impossible 2 yang disutradarai John Woo, Cruise menambah porsi aksi stuntman mandirinya, saat melakukan free climbing di Dead Horse Point State Park, Utah, atau meluncur dengan tali ke sebuah penyimpanan virus,
berlanjut dan menjadi ciri film ini hingga sekarang.
Sebaiknya Anda baca juga:
Tanpa mengurangi kerja keras dan risiko yang dipikulnya, MI 8 tetaplah terasa menghibur. Kelebihan film ini adalah elemen-elemen kisahnya yang komprehensif, menjadi pelengkap puzzel sekuel-sekuel sebelumnya. Ini akan membuat fans sejati semakin menikmati film karena McQuarrie berhasil menjalin beberapa memori dari sekuel-sekuel sebelumnya, bahkan dari yang bukan ia tulis, menjadi universe petualangan Mission Impossible yang utuh.
Dalam banyak adegan, sutradara juga mampu mengalirkan emosi yang lebih kuat, sehingga Final Reckoning tidak hanya menjadi etalase nekat Tom Cruise, film jadi lebih hidup dan mengesankan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!