Rekomendasi Film yang Bercerita Kesehatan Mental dalam Film 'Kembang Api'
📅 Selasa, 21 Feb 2023, 10:13 WIB | Oleh: Mafani Fidesya
Doc: Istimewa
Clara Bernadeth seorang aktris dalam film "Kembang Api" bercerita bahwa dia pernah memiliki pengalaman hidup yang sama seperti pada film "Kembang Api", kejadian tidak mengenakkan yakni mental abuse hingga kedua orang tua yang hampir berpisah.
"Pernah tuh aku pulang sekolah tapi tidak pulang ke rumah, tapi aku nginep di rumah teman. Aku ngerasa hidup gue gimana? Bingung lah pasti kan. Karena waktu itu orang tua aku mau pisah," ungkapnya dalam siaran resmi, Selasa.
"Dengan kepergian aku tuh membuat orang tua malah jadi nggak pisah sebenarnya. Sampai sekarang, puji tuhan mereka masih bareng. Itu yang sampai sekarang aku punya perspektif berbeda sama keluarga," tambahnya.
Selain itu, kejadian menyakitkan juga pernah dialaminya. Clara mengatakan bahwa dia sempat mengalami kekerasan emosional.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Sebenarnya aku dulu sempat mengalami yang namanya bukan KDRT ya. Tapi emotional abusif sama seseorang. Dia tuh tipenya kalau marah yang teriak, lempar barang, cuma sudah membahayakan lah," kisahnya.
"Aku baru sadar, kalau itu termasuk dalam salah satu kekerasan dalam hubungan. Walaupun bukan fisik, tapi secara emosional kita di abuse. Secara mental aku kena banget," tambahnya sambil meneteskan air mata.
Bahkan, Clara juga mengaku hal tersebut sampai mengganggu fokusnya. Clara pun bahkan sempat merasa ingin bunuh diri dengan menabrakkan mobilnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Bahkan itu membuat aku bingung, linglung, nggak fungsional secara apapun. Di tengah-tengah itu, aku lagi nyetir sendiri. Pulang dari rumah dia, habis berantem terus diancam, aku sempat merasa apa 'Gue tabrakin aja ini mobil ya, dia senang kali ya'. Perlakuan dia pada aku tuh membuat aku nggak ada willingness untuk hidup. Tertekan banget hidup aku," kata Clara.
Namun akhirnya, Clara bersyukur memiliki kakak seorang psikolog, hingga dirinya mengetahui tentang masalah mental.
"Dulu kita belum tahu mental illness itu apa. Mental health issue apa. Dulu tuh belum banyak dibahas. Thanks God, kakak aku psikolog, jadi kita banyak ngobrol soal mental illness pentingnya menjaga hati, pikiran kita, dan apapun yang kita lewatin. Kalau trauma itu jangan dikubur, jangan ditutupin, jangan dibiarin," terangnya.
"Alasan aku tidak jadi mengakhiri hidup, karena waktu itu terbesit ada mamah papah yang nunggu aku di rumah. Dan aku bersyukur banget dikelilingi oleh orang-orang yang mencintai aku. Dorongan dari sekitar kita, itu penting banget. Ketika kita dikelilingi orang-orang yang tepat, benar-benar support dan mencintai kita, itu bisa menjadi motivasi di saat pemikiran rusak itu muncul," lanjutnya.
Tak hanya itu, Clara juga mengaku bersyukur bisa mendapatkan banyak ujian, karena dengan begitu banyak pengalaman yang ia terima.
"Karena bagaimanapun juga, masalah mental, masalah emosional, apapun yang terjadi dalam diri kita, adalah tanggung jawab kita. Mau masalah dari luar sekeras apapun, tapi kita yang diberi tanggung jawab sama Tuhan untuk menjaga hidup kita sendiri, dengan tidak mengakhiri hidup kita sendiri. Karena bagaimanapun juga, semua masalah akan ada titik terangnya juga," tambahnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!