Ragam Kuliner dan Dekorasi Khas Imlek yang Sarat Makna
📅 Sabtu, 10 Feb 2024, 10:09 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/Vinny Shoffa Salma
JAKARTA - Tahun baru Imlek yang jatuh pada Sabtu, 10 Februari 2024 dirayakan masyarakat keturunan Tionghoa dengan menyiapkan sejumlah kuliner hingga dekorasi sarat makna.
Berikut daftar kuliner dan dekorasi yang biasanya hadir dalam perayaan Imlek setiap tahun.
Sajian Kuliner
"Biasanya tiap Imlek ada kue keranjang, permen, cokelat, manisan, kuaci, buah atep (kolang-kaling), agar-agar," kata Ami, salah satu pemilik toko makanan ringan di Pasar Glodok, Jakarta Barat saat ditemui pada Jumat (9/2) siang.
Menurut Ami, kuliner yang disebutkan di atas memiliki makna tersendiri baginya dan masyarakat keturunan Tionghoa dalam perayaan Imlek setiap tahunnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Agar-agar biasanya disajikan supaya orang yang memakannya merasa segar dan dalam bentuk tertentu, seperti bentuk hewan disimbolkan sebagai harapan hidup yang terang. Untuk buah atep dan manisan lainnya, Ami memaknainya sebagai simbol ketetapan hati atas apa yang mereka inginkan dan doakan.
"Kalau kue keranjang biar lengket. Jadi, semua persaudaraan biar lengket (erat), biar bersatu," katanya.
Lain lagi dengan kuaci, yang selalu disajikan Ami tiap perayaan Imlek. Meskipun menurut Ami keberadaan kuaci hanya sebagai penambah semarak Imlek, tetapi dalam kepercayaan Tionghoa kuaci dihadirkan agar keluarga yang menyajikan makanan ini dapat memiliki keturunan yang banyak dan mampu membawa bahagia bagi mereka.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain makanan ringan, Ami juga menyiapkan sejumlah makanan berat untuk perayaan Imlek. Mulai dari ikan hingga ayam, Ami menyajikan makanan tersebut untuk memanjakan lidah keluarga sekaligus memaknai perayaan Imlek sesuai kepercayaannya.
"Paling kalau masakan ikan bandeng. Bandeng (disajikan) supaya tiap tahun hidup keluarga menjadi damai," katanya.
Tidak hanya ikan bandeng, Ami juga menyajikan ayam goreng dan ayam kuah untuk menemani perayaan Imlek di tiap tahunnya. Dalam kepercayaan Tionghoa, makanan berbahan ayam disimbolkan sebagai bentuk kesetiaan agar keluarga tersebut dapat bahagia selalu.
Layaknya perayaan Imlek tiap tahunnya, toko Ami mengalami peningkatan penjualan hingga 50 persen menjelang Hari Imlek. Rata-rata, harga makanan yang dijual Ami berkisar puluhan ribu hingga ratusan ribu.
Misalnya, manisan buah dibanderol sekitar Rp60 ribu per kotak. Ada juga kue keranjang yang dijual mulai dari Rp40-50 ribu hingga ratusan ribu, tergantung berat dan jenis kue keranjang yang dibeli.
Selain itu, ada kuaci yang dijual sekitar belasan ribu, tergantung jenama yang dipilih. Lalu, permen dan cokelat yang dijual dengan harga belasan hingga puluhan ribu per gram-nya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!