Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Putin Sanjung Pasukannya karena Berhasil Cegah Perang Saudara

📅 Rabu, 28 Jun 2023, 08:11 WIB | Oleh: Tim Penulis
Putin Sanjung Pasukannya karena Berhasil Cegah Perang Saudara Doc: RT/Sputnik/Sergey Guneev
Ket. Presiden Russia Vladimir Putin menyampaikan pidato di depan unit-unit Pasukan Penjaga Rusia, Kementerian Pertahanan Kementerian Dalam Negeri, FSB, dan FSO.

MOSKOW - Presiden Rusia Vladimir Putin pada Selasa (27/6) berterima kasih kepada pasukan keamanan negaranya karena telah menegakkan tatanan konstitusional dan menunjukkan kesetiaan mereka kepada rakyat.

Dia juga menyanjung pasukannya yang disebut telah membantu menghentikan perang saudara di Rusia.

Pernyataan itu disampaikan Putin pada sebuah pertemuan di Kremlin di hadapan anggota kementerian pertahanan dan kementerian dalam negeri, pengawal Rusia, Badan Keamanan Federal (FSB), dan Badan Penjaga Federal (FSO).

"Hari ini, di sini, di Lapangan Katedral Kremlin Moskow yang bersejarah, berdiri prajurit angkatan bersenjata Rusia, pegawai Pengawal Rusia, FSB, Kementerian Dalam Negeri, FSO, tentara dan perwira, pembela sejati tanah air, yang ... bersama-sama mencegah kerusuhan," katanya.

"Anda telah melindungi tatanan konstitusional, kehidupan, keamanan, dan kebebasan warga negara kita, menyelamatkan tanah air kita dari kekacauan, dan menghentikan perang saudara," tambahnya.

Putin juga menyanjung upaya pasukan keamanan yang "akurat dan terkoordinasi dengan baik". Dia mengatakan bahwa para prajurit telah "membuktikan kesetiaan mereka kepada rakyat Rusia dan sumpah militer".

Upacara tersebut diakhiri dengan mengheningkan cipta untuk menghormati para pilot, yang tewas selama pemberontakan.

Sebelumnya pada 24 Juni, pemimpin kelompok paramiliter Wagner, Yevgeny Prigozhin, menuding Kementerian Pertahanan Rusia telah menyerang para petempurnya, dan mendeklarasikan "Pawai Keadilan" dengan mengerahkan pasukannya menuju Moskow.

Prigozhin mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa dia akan "menggulingkan para pimpinan militer."

Badan Keamanan Federal menyebut tindakan kelompok Wagner itu sebagai "pemberontakan bersenjata" dan mendorong badan tersebut untuk membuka kasus pidana terhadap Prigozhin.

Namun sebelum tiba di Moskow, Prigozhin dan pasukannya memutuskan mundur untuk menghindari pertumpahan darah di Rusia.

Presiden Belarus Aleksandr Lukashenko mengatakan dia turut membantu penyelesaian konflik tersebut dengan mengadakan pembicaraan dengan pemimpin Wagner, yang mengarah pada keputusan Prigozhin untuk menerima kesepakatan deeskalasi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Grab Tegaskan Rumor Hengkan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.