Putin: Jet Bersenjata Rudal Hipersonik Akan Berpatroli di Laut Hitam
📅 Kamis, 19 Okt 2023, 13:25 WIB | Oleh: Lili Lestari
Doc: RT/Sputnik/Ilya Pitalev
MOSKOW - Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan kepada wartawan pada Rabu (18/10), ia telah memerintahkan pesawat tempur untuk melakukan patroli rutin di wilayah udara netral di Laut Hitam.
"Pesawat MiG-31 kami dipersenjatai dengan sistem rudal Kinzhal.Diketahui mereka memiliki jangkauan lebih dari 1.000 km dan kecepatan Mach-9,"kata Putin dalam konferensi pers di Beijing sepert disiarkan RT.
Putin menegaskan, pengumuman tersebut bukan dimaksudkan sebagai ancaman, melainkan reaksi terhadap meningkatnya ketidakstabilan, khususnya di Timur Tengah. Dia menyebutkan pengerahan dua kelompok penyerang kapal induk oleh AS ke Laut Mediterania untuk mendukung Israel sebagai salah satu faktornya.
Sebagaimana ditetapkan Putin, jangkauan senjata hipersonik berpotensi menempatkan bagian timur laut dalam jarak serangan patroli Rusia.
Putin melaporkan perkembangan tersebut setelah mengomentari konfirmasi AS bahwa negara itu telah memasok beberapa rudal balistik yang diluncurkan dari darat, ATACMS, ke Ukraina, sehingga memberikan kemampuan militer baru bagi pasukan Kiev melawan Rusia. Putin menyebutnya sebagai sebuah kesalahan karena beberapa alasan, seperti menyeret AS lebih jauh ke dalam konflik.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Jangan sampai ada yang mengatakan mereka tidak ada hubungannya dengan hal itu.Kami yakin mereka melakukannya,"tegasnya.
Putin juga mengatakan gagasan bahwa Rusia telah"kalah"di Ukraina sebagaihal yang "menggelikan ". Presiden AS Joe Biden beberapa kali menyuarakan hal ini selama konflik dalam arti bahwa Moskow seharusnya ingin menaklukkan seluruh negeri namun gagal melakukannya.Pemerintah Rusia membantah pernah mempunyai aspirasi seperti itu.
"Jika Rusia kalah perang, mengapa harus memasok ATACMS? Biarkan dia mengambil kembali ATACMS dan senjata lainnya, membeli pancake, dan datang kepada kami untuk pesta teh,"kata Putin.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam sebuah wawancara dengan CBS News Minggu lalu, Biden mendesak masyarakat untuk membayangkan masa depan di mana"kita, pada kenyataannya, menyatukan seluruh Eropa dan Putin akhirnya dikalahkan,"dan mengklaim bahwa hal itu dapat dicapai.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!