Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Psikolog Sebut Pendampingan Non Medis Penting untuk Pasien Penyakit Berat, Begini Penjelasannya

📅 Kamis, 16 Mar 2023, 11:11 WIB | Oleh:
Psikolog Sebut Pendampingan Non Medis Penting untuk Pasien Penyakit Berat, Begini Penjelasannya Doc: Istimewa
Ket. Ilustrasi

Psikolog dari Universitas Indonesia Tika Bisono menilai setiap rumah sakit perlu ada pendampingan non medis seperti support group. Ini bertujuan untuk memberikan pendampingan kepada pasien penyakit berat agar mereka tidak merasa sendiri.

"Yang dibutuhkan support group namanya, orang-orang yang sudah duluan sakit ketemu sama yang baru di situ, ini tiap rumah sakit harus ada itu, segala macam penyakit mematikan bukan cuma kanker," kata Tika dalam sebuah diskusi di Jakarta, dikutip dari Antara, Kamis (16/3).

Tika menjelaskan, support group ini berisi pasien yang sudah lebih dulu mengalami keadaan yang sama. Sehingga, pasien bisa berbagi kekuatan pada pasien baru dengan penyakit berat. Adapun pendampingan tersebut dibutuhkan agar pasien yang baru di vonis penyakit mematikan bisa merasa tidak sendiri dan bisa mencurahkan perasaannya.

"Dengan ketemu support group itu membantu cara berpikir bahwa ini bisa terjadi pada siapa saja," ucapnya.

Selain psikolog atau di rumah sakit, pendampingan support group justru bisa berasal dari keluarga dekat di rumah yang berperan besar untuk memberikan pendampingan non medis pada pasien.

Tika menjelaskan penanganan ini termasuk dalam ilmu paliatif, di mana pendamping memberikan afirmasi positif pada penderita penyakit berat bahwa masih ada harapan hidup meskipun mereka dibayangi kematian.

"Memang sulit menerapkan pada yang stadium akhir, bahwa harus ada usaha yang terus menerus dan tidak putus asa, yang maksudkan untuk membesarkan hati. Nafas dan hidup di tangan Tuhan, selama nafas masih ada itu ranah manusia untuk bertahan," ujar Tika.

Pendampingan non medis atau paliatif pada pasien dengan vonis penyakit mematikan juga bisa dilakukan dengan memberi kesempatan untuk melakukan hobi mereka yang sebelumnya sudah jarang dilakukan agar tetap merasa hidup dan berguna di sisa hidupnya.

Tika mengatakan faktor non medis juga sangat besar pengaruhnya pada harapan hidup pasien tersebut dan 60 persen penanganan penyakit mematikan salah satunya dari non medis.

"Psychology and rehabilitation center sangat dibutuhkan sekali untuk para pasien. Mudah-mudahan rumah sakit dibawah pemerintah memahami faktor ini," tuturnya.

Ia sangat berharap rumah sakit di Indonesia menyediakan fasilitas support group dan lebih memperhatikan pendampingan non medis pada pasien kanker maupun penyakit mematikan lainnya agar pasien bisa merasa hidup dan tetap berguna.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
SPMB 2026 Bengkulu Tanpa Ti...
Megapolitan
Pemutihan Pajak Kendaraan B...
Megapolitan
30 Rumah di Tanah Tinggi Ja...
Megapolitan
Dua WNA Ditemukan Meninggal...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.