Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Produsen Kendaraan Listrik di Tiongkok Khawatir Karena Kebijakan Subsidi Akan Berakhir

📅 Senin, 02 Jan 2023, 09:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Produsen Kendaraan Listrik di Tiongkok Khawatir Karena Kebijakan Subsidi Akan Berakhir Doc: ANTARA/HO
Ket. Ilustrasi kendaraan konsep Hyundai FE Fuel Cell Concept dipajang di International Consumer Electronics Show Asia (CES Asia 2017) di Shanghai, Tiongkok (7/6/2017).

Jakarta - Produsen kendaraan listrik (EV) Tiongkok diperkirakan akan berada di bawah tekanan seiring dengan penarikan subsidi oleh pemerintah setempat dan kondisi ketidakpastian pasca Covid-19, mengutip laporan Nikkei Asia, Senin.

Selain itu, krisis semikonduktor untuk EV yang terjadi secara global juga menjadi kekhawatiran lain yang disinggung oleh para pelaku industri. Hal tersebut diungkapkan mereka saat di pameran otomotif Auto Guangzhou 2022, yang dibuka pada Jumat (30/12) di kota Tiongkok selatan.

Sebagai informasi, pasar kendaraan listrik Tiongkok menuju rekor penjualan 6,5 juta unit pada 2022 yang didukung oleh kebijakan dan subsidi pemerintah setempat selama beberapa tahun terakhir. Menurut proyeksi Asosiasi Mobil Penumpang Tiongkok, angka itu menunjukkan kenaikan pendapatan hampir dua kali lipat dari 3,52 juta unit pada 2021.

Total penjualan kendaraan hanya tumbuh 3,3 persen per tahun menjadi 24,3 juta unit dalam sebelas bulan pertama tahun 2022. Asosiasi memperkirakan pertumbuhan akan terjadi sebesar 3 persen untuk keseluruhan pasar pada 2023 dan pertumbuhan 31 persen untuk EV.

"Industri ini menghadapi risiko yang tidak sedikit. Misalnya, pasokanchip. Kami belum menangkap gambaran lengkapnya, yaitu menyelesaikan masalah mendasar," kata Feng Xingya yang merupakan seorang manajer umum di GAC Motor.

Tiongkok, sebagai pasar EV terbesar di dunia, terpukul keras oleh gangguan pasokanchipyang dipicu oleh karantina Covid-19 sejak 2020 di samping ketegangan geopolitik dengan AS. Hal itu mendorong produsen mobil untuk memperlambat produksi dan menyesuaikan target penjualan.

GAC Motor sendiri pada Jumat (31/12) memproyeksikan pertumbuhan penjualan 10 persen untuk tahun 2023, turun dari perkiraan 12 persen untuk tahun ini.

"Kebijakan seputar EV, seperti pencabutan subsidi, adalah salah satu ketidakpastian lain yang dihadapi industri kami," kata Feng.

Sementara itu CEO Nio, William Li, belum lama ini mengatakan perusahaannya dapat menghadapi tekanan kuat pada paruh pertama tahun 2023 karena permintaan yang lebih lemah setelah pencabutan subsidi.

Saat ini, pembeli EV di Tiongkok dapat menikmati diskon antara 4.800 yuan dan 12.600 yuan. Namun subsidi tersebut, yang telah dihapus secara bertahap sejak 2020, akan berakhir tahun ini.

Meskipun demikian, pendiri konsultan Sino Auto Insights di Beijing, Tu Le, memandang bahwa pemerintah Tiongkok mungkin akan memperpanjang insentif EV. Hal tersebut mengingat Tiongkok masih menghadapi kondisi ketidakpastian akibat pandemi dan tekanan pertumbuhan ekonomi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Mantan Wamenaker Noel Divon...
Luar Negeri
Diserang Rudal Iran, Bandar...
Luar Negeri
Warga Singapura Makin Panja...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.