Produksi Padi di Papua Barat Mencapai 20,73 Ribu Ton Gabah Kering
📅 Senin, 03 Mar 2025, 22:57 WIB | Oleh: Ones
Doc: Antara
Manokwari - Badan Pusat Statistik Provinsi Papua Barat mencatat total produksi padi tahun 2024 di provinsi tersebut mencapai 20,73 ribu ton gabah kering giling (GKG) dengan luas lahan 5,12 ribu hektare.
Kepala BPS Papua Barat Merry saat konferensi pers di Manokwari, Senin mengatakan, produksi padi mengalami penurunan 1,84 ribu ton atau 8,14 persen dibanding tahun 2023 yakni 22,57 ribu ton.
"Penurunan produksi padi terjadi di beberapa wilayah seperti Kabupaten Manokwari dan Manokwari Selatan," kata Merry.
Dia menjelaskan, produksi padi subround satu (Januari-April) 6,81 ribu ton, subround kedua (Mei-Agustus) turun menjadi 4,85 ribu ton, dan subround ketiga (September-Desember) naik menjadi 9,07 ribu ton.
Sebaiknya Anda baca juga:
Total produksi padi tahun 2024 berasal dari Manokwari 14,46 ribu ton, Manokwari Selatan 5,31 ribu ton, Teluk Bintuni 0,85 ribu ton, Teluk Wondama 0,06 ribu ton, dan Fakfak 0,05 ribu ton.
"Kalau dua kabupaten yaitu Kaimana dan Pegunungan Arfak tidak ada produksi karena tidak punya lahan persawahan," ujar Merry.
Menurut dia, penurunan produktivitas padi mempengaruhi produksi beras yang dikonsumsi masyarakat di Papua Barat yaitu 12,46 ribu ton atau turun 1,10 ribu ton dibandingkan tahun 2023.
Sebaiknya Anda baca juga:
Produksi beras pada subround satu 4,09 ribu ton, kemudian turun menjadi 2,91 ribu ton pada subround kedua, dan kembali meningkat menjadi 5,45 ribu ton pada subround ketiga.
"Produksi beras subround ketiga meningkat signifikan sebesar 15,36 persen jika dibanding periode yang sama tahun 2023," ucap Merry.
Selain itu, kata dia, total luas panen padi di Papua Barat tahun 2024 mengalami peningkatan 2,29 persen menjadi 5,12 ribu hektare dibanding tahun sebelumnya yaitu 5,01 ribu hektare.
Periode Januari-April luas panen padi 1,67 ribu hektare, periode Mei-Agustus turun menjadi 1,22 ribu hektare, dan periode September-Desember meningkat menjadi 2,23 ribu hektare.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!