Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Prihatin, 34 Orang di India Meninggal setelah Pesta Miras Ilegal

📅 Sabtu, 22 Jun 2024, 00:00 WIB | Oleh:
Prihatin, 34 Orang di India Meninggal setelah Pesta Miras Ilegal Doc: Istimewa
Ket. Kerabat seorah korban usai prosesi pemakamannya di distrik Kallakurichi di negara bagian Tamil Nadu, India selatan, India, Kamis, 20 Juni 2024.

NEW DELHI - Sedikitnya 34 orang tewas, dan puluhan lainnya dirawat di rumah sakit, setelah menenggak minuman beralkohol yang diseduh secara ilegal di negara bagian Tamil Nadu, India selatan.

Dilansir oleh Fox News, seorang juru bicara pemerintah negara bagian pada hari Kamis (20/6), mengkonfirmasi kematian tersebut disebabkan oleh konsumsi alkohol yang tercemar metanol.

"Kejahatan yang merusak masyarakat akan diberantas dengan tangan besi," ujar Ketua Menteri MK, Stalin, di platform media sosial X.

Insiden tersebut terjadi di distrik Kallakurichi, di mana lebih dari 100 orang yang menderita muntah-muntah, sakit perut dan diare dirawat di rumah sakit, sehingga memicu penyelidikan polisi.

Pejabat distrik MS, Prasanth, mengatakan, jumlah pasien dalam kondisi kritis terus berubah, menunjukkan bahwa jumlah korban jiwa mungkin meningkat.

Pemerintah negara bagian mengkonfirmasi dalam sebuah pernyataan bahwa mereka telah memberhentikan setidaknya 10 pejabat, termasuk kolektor distrik dan kepala polisi.

Polisi menangkap satu orang karena menjual minuman keras terlarang dan menyita 200 liter (7.039fl oz) minuman beralkohol yang mengandung metanol, kata pemerintah.

Ambulans, dokter, dan spesialis dari daerah terdekat dikerahkan ke distrik tersebut untuk menangani krisis tersebut.

Kematian akibat alkohol yang diseduh secara ilegal, yang populer disebut hooch, adalah hal biasa di India, dimana masyarakat miskin tidak mampu membeli merek berlisensi dari toko-toko yang dikelola pemerintah.

Minuman keras terlarang, yang sering dibubuhi bahan kimia seperti metanol, digunakan dalam produk mulai dari pengencer cat hingga bahan bakar, untuk meningkatkan potensi.

Jika tertelan, metanol dapat menyebabkan kebutaan, kerusakan hati dan kematian.

Industri ini sangat menguntungkan karena para penyelundup tidak membayar pajak dan menjual produk mereka dalam jumlah besar kepada masyarakat miskin dengan harga murah.

Pada tahun 2022, lebih dari 30 orang meninggal di negara bagian Bihar di India timur dan setidaknya 28 orang meninggal di negara bagian Gujarat di barat setelah meminum minuman keras tercemar yang dijual tanpa izin.

Dan pada tahun 2020, setidaknya 120 orang meninggal setelah meminum minuman keras tercemar di negara bagian Punjab , India utara.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.