Polisi Sebut Rekayasa Lalin di Sekitar Kedubes AS Bersifat Situasional
📅 Minggu, 26 Okt 2025, 09:11 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA
JAKARTA – Polres Metro Jakarta Pusat menyatakan bahwa rekayasa lalu lintas (lalin) di sekitar Kedutaan Besar (Kedubes) Amerika Serikat bersifat situasional dan hal itu dilakukan ketika massa unjuk rasa sudah memadati kawasan tersebut.
"Belum ada rekayasa depan Kedubes AS. Massa masih sedikit. Arus lalin tersendat," kata Kepala Seksi (Kasi) Humas Polres Metro Jakarta Pusat Ipda Ruslan Basuki saat dikonfirmasi di Jakarta, Minggu (26/10).
Menurut dia, saat ini situasi di sekitar Kedubes AS masih kondusif dan kendaraan masih bisa melalui kawasan tersebut menggunakan satu lajur.
Akan tetapi, Ruslan meminta masyarakat yang akan melintas di sekitar Monumen Nasional (Monas) agar mencari jalan alternatif lainnya selama kegiatan berlangsung.
"Arus lalu lintas bersifat situasional melihat eskalasi jumlah massa di lapangan," ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Polres Metro Jakarta Pusat mengerahkan sebanyak 869 personel gabungan untuk mengawal unjuk rasa dari Harapan Palestina di depan Kedubes Amerika Serikat (AS).
"Kami ingin memastikan kegiatan berlangsung aman, tertib, dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat lainnya," kata Susatyo di Jakarta.
Menurut dia, pada Minggu (26/10) ini terdapat sejumlah elemen masyarakat yang tergabung dalam Harapan Palestina dan lainnya meminta izin untuk menggelar aksi unjuk rasa.
Sebaiknya Anda baca juga:
Susatyo menjelaskan untuk memastikan keamanan sebanyak 869 personel gabungan dikerahkan mengawal jalannya aksi tersebut.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!