Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Polda NTT Bangun 20 Titik Sumur Bor Selama 4 Bulan Terakhir

📅 Kamis, 18 Sep 2025, 11:21 WIB | Oleh: Tim Penulis
Polda NTT Bangun 20 Titik Sumur Bor Selama 4 Bulan Terakhir Doc: ANTARA
Ket. Kapolda NTT Irjen Pol Rudi Darmoko saat meresmikan sumur bor di Kelurahan Liliba, Kota Kupang, Kamis (18/9/2025).

KUPANG – Kepolisian Daerah (Polada) Nusa Tenggara Timur selama empat bulan terakhir telah membangun 20 titik sumur bor di provinsi berbasis kepulauan itu, guna membantu warga yang kesulitan mendapatkan air bersih.

"Sampai dengan saat ini sudah ada 20 titik sumur bor yang sudah kita bangun dan serahkan kepada masyarakat," kata Kapolda NTT Irjen Pol Rudi Darmoko di Kupang, Kamis (18/9).

Hal ini disampaikannya usai meresmikan sumur bor bantuan Kapolda NTT di Kelurahan Liliba Kota Kupang, Ibu Kota Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Dalam kesempatan itu, dia mengatakan selain 20 titik yang sudah diberikan bantuan, Polda NTT juga saat ini masih mendata daerah-daerah mana saja di NTT yang warganya kesulitan air bersih.

"Yang 20 itu akan terus bertambah dan sedang berproses, sebab kami sedang mendata lagi dan mencari lokasi-lokasi dimana masyarakat membutuhkan sumur bor," ujar dia.

Untuk wilayah Kota Kupang sendiri, pada  Kamis (18/9) Kapolda NTT meresmikan tiga titik sumur bor, yang memang sangat dibutuhkan oleh masyarakat.

Ketiga titik itu yakni di kelurahan Liliba, Sikumana serta Kelurahan Fatukoa, yang mana warganya sangat membutuhkan.

Dalam sambutannya Kapolda meminta Kapolres dan Bhabinkamtibmas untuk mendata daerah-daerah yang warganya kesulitan mendapatkan air bersih.

Dia juga meminta kepada masyarakat untuk tidak segan-segan meminta bantuan Polri khususnya Polda NTT jika kesulitan air bersih sehingga bisa ditinjau dan jika layak akan dibangun dan diberikan sumur bor.

Lebih lanjut, Kapolda menyampaikan terima kasih kepada warga yang rela memberikan lahannya untuk dijadikan sebagai lokasi sumur bor.

Namun dari 20 sumur bor yang sudah dibangun dan diresmikan tidak semua lahan milik warga, namun juga ada lahan milik Polsek serta Polres.

"Kami berharap keberadaan sumur bor ini bisa digunakan untuk bercocok tanam untuk tanaman sayur-sayuran, dan diharapkan tidak beli-beli air lagi," ujar dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp84.400/...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

43 menit yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
Ekonomi
Berpotensi Melemah Lanjutan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.