Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

PHRI akan Adopsi Sistem Pengelolaan Sampah Taman Safari Bogor

📅 Minggu, 15 Okt 2023, 13:28 WIB | Oleh: Tim Penulis
PHRI akan Adopsi Sistem Pengelolaan Sampah Taman Safari Bogor Doc: Koran-Jakarta/Humas TSI Bogor
Ket. Kunjungan Pimpinan Pusat PHRI ke IWM Taman Safari Bogor.

BOGOR - Sistem pengelolaan sampah yang dilakukan di Taman Safari Indonesia (TSI) Bogor dilirik Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI).

Ketua Umum PHRI Hariyadi Sukamdani mengatakan ingin menjadikan IWM Taman Safari Bogor sebagai proyek percontohan pengelolaan limbah industri wisata.

PHRI akan mengadopsi sistem Integrated Waste Management (IWM) yang dilakukan di TSI Bogor yang berlokasi di Cisarua, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat.Proyek yang diinisiasi Taman Safari Bogor dan PT Greenprosa ini merupakan keberhasilan konsep pentahelix di industri pariwisata Indonesia.

"Harapan kami, dengan berjalannya integrated waste management di TSI, maka bisa kita replika di tempat lain atau kota lain," kata Hariyadi saat meninjau lokasi IWM di Taman Safari Bogor, Sabtu (14/10).

Menurutnya, ketika sistem tersebut bisa diadopsi seluruh hotel dan restoran, maka dapat membantu masyarakat di sekelilingnya untuk mengelola sampah rumah tangga, khususnya makanan.

Hariyadi menyebutkan, sistem IWM selain dapat menyelesaikan masalah lingkungan, juga akan memberikan dampak ekonomi berupa pendapatan tambahan bagi warga.

"Rencana kami, ingin membuat gerakan ini lebih masif dan kita sama-sama tahu bahwa banyak kota besar sekarang yang krisis sampah, Yogya, Bandung. Jadi kita mencobalah membantu masyarakat dan pemerintah untuk menyelesaikan masalah sampah ini," kata Hariyadi.

Sementara itu, Direktur Utama Greenprosa, Arky Gilang Wahab di Bogor mengatakan pihaknya mengembangkan tempat pengolahan limbah dan sistem IWM di Taman Safari Bogor.

Sentra pengolahan limbah, katanya, dipusatkan di pintu keluar Taman Safari Bogor yang lokasinya tak jauh dari titik transit penampungan sampah anorganik dan organik.

"Khusus untuk di TSI Bogor bakal menjadi percontohan pengolahan limbah kawasan zoo di Indonesia," katanya.

Arky menyebutkan, melalui pengolahan sampah organik, Taman Safari memanen maggot (belatung) sebagai sumber protein pakan ikan dan hasil lainnya adalah pupuk kasgot atau bekas maggot. Ia menargetkan, sistem itu menghasilkan maggot seberat satu ton per harinya.

Menurut dia, manfaat budi daya maggot itu beragam, seperti mendekomposisi sampah organik. Sehingga, sampah-sampah organik yang biasanya berbau dan dibuang begitu saja, kini dapat dimanfaatkan.

"Manfaat lainnya adalah sampah yang didekomposisi maggot (kasgot) dimanfaatkan sebagai pupuk organik. Padahal, jika dengan proses dekomposisi biasa atau bukan dengan maggot, prosesnya cukup lama," katanya.

Arky menjelaskan, saat ini program itu memasuki tahap finalisasi serta sosialisasi pemilahan sampah ke semua divisi di Taman Safari Bogor.

"Kita uji coba mesin pengolahan dengan kapasitas sampah harian. Jika melihat data yang kami hitung per Desember 2022, bakal tercover sepenuhnya. Residu sampahnya hanya tersisa lima persen. Ini tentu sangat meringankan beban sampah di Indonesia," kata Arky.

Di tempat yang sama, Komisaris dan Founder Taman Safari Indonesia (TSI), Tony Sumampau mengatakan akan terus mengembangkan Integrated Waste Management (IWM)Taman Safari Bogorhingga tak ada lagi limbah industri wisata yang tersisa.

Ia mengatakan, kedepan akan melakukan inovasi lebih sehingga sampah anorganik bisa diolah sendiri menjadi sebuah karya yang bernilai ekonomis.

"Meskipun masih ada plastik yang kita harus press bawa keluar, itu tinggal membeli alat-alat pemotong untuk mencacah plastik dan nantinya akan digunakan untuk pembangunan bata dan lain sebagainya," kata Tony Sumampau.

Untuk merealisasikan semua itu, kata dia, dibutuhkan anggaran yang cukup besar, sehingga diperlukan dukungan dari berbagai pihak untuk mewujudkannya.

"Tapi itu kan biaya lagi ya, investasi lagi, jadi dari situ kita dorong, kita butuh mengembangkan investasi. Doain 2030 kita jalan sesuai keinginan pemerintah," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...
Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Nasional
Pelaksanaan program penghap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.