Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Petani Diajak Tanam Padi Organik

📅 Kamis, 07 Sep 2023, 00:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Petani Diajak Tanam Padi Organik Doc: ANTARA/F Rohman
Ket. Ilustrasi. Suasana pesawahan di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Sukabumi - Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat mendorong petani setempat untuk menanam padi dengan cara organik, di mana saat ini sudah ada 43,17 hektare lahan padi organik.

"Lahan pertanian organik tersebut berada di Kecamatan Cikembar dan merupakan proyek percontohan untuk di Kabupaten Sukabumi," kata Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi Iman Surahman di Sukabumi pada Rabu, (6/9).

Menurut Iman, saat ini lahan pertanian di Kabupaten Sukabumi mencapai 124.092 ha, dengan melihat luas lahan tersebut untuk pertanian padi organik belum satu persennya. Tentunya, distan berupaya agar para petani mulai beralih dengan melakukan cara tanam secara organik.

Apalagi seperti diketahui, pola hidup masyarakat yang mulai berubah dan lebih sehat sehingga permintaan produk pertanian organik seperti beras semakin meningkat. Maka dari itu potensi ini harus dimanfaatkan untuk meningkatkan pendapatan petani.

Selain itu, kelebihan dari beras organik selain bebas dari residu kimia yang seringkali ditemukan pada hasil pertanian konvensional, juga harganya jauh lebih tinggi sekitar 20-30 persen tergantung dari jenis serta kualitasnya dibandingkan dengan beras pada umumnya.

"Kesadaran dan pola hidup masyarakat yang semakin memprioritaskan kesehatan tentunya menjadi peluang bagi petani dengan menanam padi secara organik, apalagi ketersediaan lahan pertanian di Kabupaten Sukabumi masih luas," tambahnya.

Iman mengatakan, program pertanian pro organik yang saat ini sudah dikembangkan oleh petani di Kecamatan Cikembar juga telah memberikan hasil yang nyata dalam hal keberlanjutan lingkungan di mana hasil produksi gabah kering giling dari lahan seluas 43,17 hektare mencapai 625 ton.

Di sisi lain, harus diakui untuk mengubah pola pola pikir petani untuk beralih ke praktik pertanian organik memang menjadi kendala, tetapi namun dengan program "Sekolah Lapang Genta Organik" yang secara rutin diadakan pihaknya diharapkan petani bisa mulai beralih pola pikirnya.

Karena keuntungan yang bisa didapat petani tentunya lebih besar seperti biaya produksi yang bisa dipangkas karena tidak lagi menggunakan pupuk kimia maupun obat-obatan kimia. Tentunya awal-awal petani harus beradaptasi dengan cara tanam organik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp84.400/...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

56 menit yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Nasional
Grab Tegaskan Rumor Hengkan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.