Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Perkuat Kinerja, Kemenkes Ajak Hilangkan Ego Sektoral Demi Tingkatkan Pelayanan KB

📅 Jumat, 20 Okt 2023, 01:04 WIB | Oleh: Tim Penulis
Perkuat Kinerja, Kemenkes Ajak Hilangkan Ego Sektoral Demi Tingkatkan Pelayanan KB Doc: ANTARA/Widodo S. Jusuf
Ket. Ilustrasi - Seorang petugas Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menunjukkan sejumlah alat kontrasepsi di Jakarta, Selasa (29/12/2009).

Jakarta - Perkuat kinerja, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui Direktorat Kesehatan Usia Produktif dan Lanjut Usia mengajaksetiap kementerian dan lembaga yang terlibat dalam pelaksanaan program Keluarga Berencana (KB) agar mengesampingkan ego sektoral demi meningkatkan cakupan pelayanan dan angka kepesertaan.

"Kita perlu memperkuat koordinasi dan sinergi antara pembuat kebijakan, pelaksana kebijakan, dan petugas di lapangan, hilangkan ego sektoral karena tujuan kita itu sama, yaitu memperkuat dan meningkatkan cakupan pelayanan KB, baik dari segi akses maupun kualitas," kata Ketua Tim Kerja Kesehatan Reproduksi Direktorat Kesehatan Usia Produktif dan Lanjut Usia Kemenkes Wira Hartiti di Jakarta, Kamis.

Ia mengingatkan bahwa petugas kesehatan di lapangan memiliki peran sebagai pemberi layanan KB.

Sedangkan, Petugas Lapangan KB (PLKB) dan Penyuluh KB (PKB) berperan sebagai penggerak dan penarik masyarakat untuk mau menjadi peserta KB

Oleh karena itu kedua elemen tersebut harus bisa bergerak bersama dan beriringan.

Wira mencontohkan dalam beberapa kasus tidak terjadi koordinasi maupun sinergi antara petugas lapangan dengan petugas pengadaan alat dan obat kontrasepsi (alokon) yang berakibat pada terbatasnya variasi alokon yang dapat ditawarkan kepada masyarakat.

"Karena tidak semua orang punya inisiatif, lalu tidak tergerak juga untuk bertanya kepada petugas lapangan terkait hasil surveilangsung, jadinya penyediaan alokon itu sama terus dari tahun ke tahun karena hanya berdasarkan capaian pengguna terbanyak tahun sebelumnya," ujarnya.

Keterbatasan variasi alokon yang ditawarkan berakibat pada dua kondisi, yakni stagnasi jumlah peserta KB karena masyarakat tidak menemukan alokon yang sesuai kebutuhan atau jumlah peserta KB lepas-pakai (dropout) menjadi bertambah karena alokon yang tersedia umumnya hanya pil dan suntik.

Pasalnya, pemasangan alokon KB dalam bentuk pil dan suntik bersifat jangka pendek, sehingga tidak jarang peserta KB lupa atau malas untuk melakukan pelayanan lanjutan dan berujung lepas pakai.

Untuk itu, ia berharap adanya sistem kerja yang mengedepankan sinergi, koordinasi, dan komitmen untuk meningkatkan cakupan pelayanan KB di antara setiap unit kerja yang terlibat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

14 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
Megapolitan
Pemprov DKI gelar program o...
Megapolitan
Jelang Pertunjukkan Teater ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.