Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Perkuat Atasi Kekerdilan Anak, Sebanyak 24.400 Relawan di Banten Diterjunkan Atasi Stunting

📅 Rabu, 15 Mar 2023, 00:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Perkuat Atasi Kekerdilan Anak, Sebanyak 24.400 Relawan di Banten Diterjunkan Atasi Stunting Doc: ANTARA/Mansur
Ket. Relawan membawa anak-anak rawan risiko stunting karena orang tua mereka perokok ke pendopo Pemkab Lebak untuk mendapatkan edukasi dari BKKBN.

Lebak - Perkuat atasi kekerdilan anak. Sebanyak 24.400 relawan di Banten diterjunkan untuk mengatasi kasus prevalensi stunting atau kekerdilan yang dialami anak-anak dibawah lima tahun (balita) akibat gagal tubuh.

"Semua relawan itu bertugas untuk pencegahan stunting mulai pendataan calon pengantin, ibu hamil dan kelahiran anak,"kata Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Banten Rusman Efendi saat membuka kegiatan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) Percepatan Penurunan Stunting di Lebak, Banten, Selasa.

Penerjunan tim relawan stunting itu agar kasus prevalensi stunting turun 14 persen yang ditargetkan Presiden Joko Widodo tahun 2024.

Mereka tim relawan pendamping stunting terdiri dari BKKBN, Puskesmas dan PKK melakukan pencatatan terhadap bayi, ibu hamil, dan calon pengantin dengan menelusuri lokasi mereka tinggal.

Selain itu juga BKKBN membentuk tim Satuan Tugas (Satgas) stunting, sehingga mereka bekerja saling berkolaborasi untuk pencegahan stunting.

Selama ini, kata dia, penyebab stunting itu karena keluarga banyak anak dengan jarak kelahiran berdekatan, menikah usia muda juga tidak memiliki sumber air bersih yang memadai dan pendapatan ekonomi rendah.

Disamping itu juga kelahiran muda di bawah usia 21 tahun dan usia tua 35 tahun dan rumah tidak layak huni.

"Hasil pendampingan relawan itu juga dijadikan prioritas pencegahan dengan melibatkan semua instansi terkait, juga elemen masyarakat hingga tokoh agama," katanya menjelaskan.

Menurut dia, berdasarkan hasil survei status gizi Indonesia tahun 2022 bahwa angka prevalensi stunting di Provinsi Banten menurun sangat signifikan dari 24,5 persen menjadi 20,1 persen,

Menurunnya angka stunting di Banten tentu berkat kerja keras semua pihak,termasuk relawan pendamping dan satgas stunting.

Namun, kasus stunting di Banten yang paling tinggi penurunanya di Kota Tangerang Selatan dari 19,9 persen menjadi 9 persen atau angka penurunanya di angka 10,9 persen.

Dengan turunnya angka stunting,tentu kabupaten/kota lain di Banten dapat mencontoh Kota Tangerang Selatan.

"Kita sama-sama berihtiar untuk percepatan penurunan angka stunting dengan melibatkan semua komponen baik lembaga, instansi, masyarakat dan tokoh agama," katanya.

Wakil Bupati Lebak yang juga Ketua Tim Percepatan Penanggulangan Stunting Kabupaten Lebak Ade Sumardi mengatakan pihaknya berkolaborasi berbagai instansi untuk meminimalisasi kasus stunting di wilayahnya dengan pencegahan sejak dini melalui pemberian tablet tambah darah (TTD) bagi remaja putri.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.