Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Percepat Atasi Kekerdilan Anak, Polda Sumut Serius Tangani Masalah Stunting

📅 Senin, 20 Mar 2023, 02:04 WIB | Oleh: Tim Penulis
Percepat Atasi Kekerdilan Anak, Polda Sumut Serius Tangani Masalah Stunting Doc: ANTARA/HO-Humas Polda Sumut
Ket. Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak (nomor 1 dari kanan) pada pertemuan dengan Satuan Tugas (Satgas) Stunting di Mapolda Sumut.

Medan - Percepat atasi kekerdilan anak, Polda Sumatera Utara serius dalam menangani masalah stunting (kurang gizi) terhadap anak di wilayah provinsi itu yang tengah digencarkan pemerintah.

Keseriusan itu dibuktikan Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak dengan mengumpulkan seluruh Satuan Tugas (Satgas) Stuntingtngkatprovinsi itu, terdiri Dinkes, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), BKKBN, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), bertempat di Mapolda.

"Meminta langkah-langkah aplikatif dalam penanganan masalah stunting dan edukasi agar tepat sasaran kepada masyarakat," kata Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak, dalam keterangannya, Minggu.

"Saya kumpulkan para Satgas Stunting untuk mengetahui sudah sejauh mana bekerja menangani masalah stunting di Sumatera Utara," ucapnya.

Panca juga menekankan kepada para Satgas Stunting untuk membuat program serta menentukan batas waktu perawatan anak stunting dengan jelas.
"Personel bhabinkamtibmas, serta bidan desa akan diarahkan untuk bergerak cepat dalam hal pendataan, perawatan dan pengawasan anak-anak stunting," katanya.

Kapolda mengatakan, berdasarkan hasil rapat pada pertemuan dalam menangani masalah stunting pihak BKKBN Sumut masih menemukan kendala adanya anggaran yang belum terserap dikarenakan belum terencananya kegiatan penanganan stunting.

Selain itu, masih kurangnya dukungan sosialisasi terkait pelayanan KB. Walaupun begitu sudah ada dapur sehat menyediakan makanan bergizi dan murah untuk diberikan sebanyak empat kali dalam satu bulan kepada penderita stunting melalui anggaran APBD.

"Nantinya akan dibentuk program bapak asuh untuk anak-anak stunting," katanya menjelaskan.

Panca menambahkan Dinkes Sumut dalam mengatasi masalah stunting telah membentuk Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) yang diketuai Gubernur Sumut, Wagub Sumut, BKKBN, Bappeda.

Kemudian, juga sudah ada aplikasi APGBM di beberapa rumah sakit yang berisi informasi anak terdeteksi stunting dan akan dibagikan username.

"Saya harap kita bekerja sama agar capaian penanganannya jelas dan terukur," kata Kapolda Sumut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp84.400/...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

37 menit yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
Ekonomi
Berpotensi Melemah Lanjutan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.