Penyebaran Virus Nipah: Thailand Lakukan Skrining Ketat Semua Penerbangan dari India
📅 Senin, 26 Jan 2026, 19:35 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: Pexels
JAKARTA - Otoritas Penerbangan Sipil Thailand mulai menerapkan skrining menyeluruh terhadap seluruh penerbangan yang tiba dari Benggala Barat, India, wilayah yang dikategorikan berisiko tinggi penyebaran virus Nipah. Kebijakan ini resmi berlaku sejak Senin (26/1) pukul 00.00 waktu setempat sebagai langkah preventif untuk melindungi kesehatan publik.
Dalam pernyataan resminya yang dirilis Minggu (25/1), otoritas Thailand menyebut kebijakan skrining akan diterapkan secara dinamis dan dapat diperketat atau disesuaikan mengikuti perkembangan situasi epidemiologis. Pemerintah Thailand menegaskan pendekatan ini penting untuk memastikan sistem kewaspadaan tetap responsif terhadap potensi ancaman lintas negara.
Protokol utama dimulai sejak titik keberangkatan dengan mewajibkan maskapai melakukan pemeriksaan kesehatan awal kepada seluruh penumpang. Penumpang yang menunjukkan gejala mencurigakan diwajibkan melampirkan sertifikat medis resmi sebelum diizinkan menaiki pesawat.
Selain itu, penumpang dengan kondisi kesehatan tertentu juga harus mematuhi pedoman kesehatan masyarakat selama penerbangan, termasuk penggunaan masker dan pemantauan kondisi fisik. Maskapai diminta berkoordinasi aktif dengan otoritas bandara untuk melaporkan temuan awal sebelum pesawat mendarat.
Setibanya di Thailand, seluruh pelancong dari wilayah tersebut wajib menjalani pemeriksaan suhu tubuh serta mengisi formulir pernyataan kesehatan. Pemeriksaan ini dilakukan langsung di area kedatangan tanpa pengecualian untuk mencegah potensi lolosnya kasus.
Sebaiknya Anda baca juga:
Otoritas Thailand juga telah menyiapkan pos pemeriksaan khusus di area garbarata pada sejumlah bandara utama. Langkah ini memungkinkan proses skrining dilakukan lebih awal sebelum penumpang masuk ke terminal kedatangan.
Berdasarkan laporan media lokal, penerbangan langsung dari Kolkata di Benggala Barat beroperasi menuju tiga bandara utama Thailand, yakni Bandara Suvarnabhumi, Don Mueang, dan Phuket. Seluruh bandara tersebut kini telah menerapkan protokol skrining kesehatan sesuai kebijakan terbaru.
Hingga saat ini, otoritas kesehatan Thailand menegaskan belum ditemukan kasus virus Nipah di wilayah mereka. Meski demikian, pemerintah menilai pencegahan dini jauh lebih efektif dibandingkan penanganan saat wabah sudah menyebar.
Sebaiknya Anda baca juga:
Virus Nipah sendiri dikenal sebagai penyakit zoonosis yang berpotensi mematikan dan dapat menular dari hewan ke manusia. Penularan juga dapat terjadi antar manusia melalui kontak erat, sehingga risiko penyebaran dinilai tinggi.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), virus Nipah menyerang sistem pernapasan dan sistem saraf pusat. Gejala umum yang muncul meliputi demam, sakit kepala, kantuk berlebihan, kebingungan, hingga kehilangan kesadaran.
Dalam kasus berat, infeksi virus Nipah dapat berkembang menjadi ensefalitis atau peradangan otak yang berujung koma. Tingkat kematian akibat virus ini dilaporkan melampaui 40 persen, menjadikannya salah satu virus paling mematikan di dunia.
Otoritas Thailand menilai mobilitas internasional yang tinggi menjadi faktor utama perlunya pengawasan ekstra di sektor penerbangan. Thailand sebagai destinasi wisata global dinilai memiliki risiko lebih besar terhadap masuknya penyakit lintas batas.
Pemerintah Thailand juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada, serta mengikuti imbauan kesehatan yang dikeluarkan otoritas resmi. Pemantauan ketat di pintu masuk negara akan terus dilakukan selama risiko penyebaran virus Nipah masih ada.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!