Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pengungsi Lewotobi Dapat Bantuan Pulsa dan Akses Internet Gratis

📅 Jumat, 22 Nov 2024, 11:41 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pengungsi Lewotobi Dapat Bantuan Pulsa dan Akses Internet Gratis Doc: ANTARA
Ket. Anak-anak warga yang mengungsi karena daerahnya terdampak erupsi Gunung Lewotobi mendapat layanan psikososial di Posko Pengungsi Desa Konga, Kecamatan Titehena, Flores Timur, NTT, Sabtu (16/11/2024).

JAKARTA - Para siswa dan guru yang tinggal di pengungsian karena daerahnya terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur, sudah mulai mendapat bantuan pulsa dan akses internet dari operator seluler menurut pejabat Dinas Komunikasi dan Informatika setempat.

"Bantuan itu memang dikhususkan bagi siswa dan guru, karena untuk membantu pendidikan selama di pengungsian agar tetap bisa mengakses konten-konten edukatif," kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Flores Timur Heronimus Lamawuran.

Sebagaimana dikutip dalam siaran pers Kementerian Komunikasi dan Digital di Jakarta, Jumat (22/11), Heronimus menyampaikan bahwa menurut data yang dia terima hingga 21 November 2024 sebanyak 1.695 pengungsi sudah menerima bantuan akses layanan telekomunikasi dari operator seluler Telkomsel, XL Axiata, dan Indosat Ooredoo Hutchison (IOH).

Menurut Heronimus, yang biasa disapa Herry, pembagian bantuan pulsa dan paket data untuk mengakses internet dilakukan di enam lokasi pengungsian di Kabupaten Flores Timur dan satu lokasi pengungsian di Kabupaten Sikka.

Lokasi pengungsian yang dimaksud meliputi Pos Lapangan (Poslap) Konga, Lewolaga, Bokang, Ile Gerong, Kobasoma, dan Eputobi di Flores Timur serta Poslap Waigete di Sikka.

Menurut arahan dari Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, dalam kondisi darurat bencana akibat erupsi Gunung Lewotobi registrasi kartu-kartu seluler untuk pengungsi dapat dilakukan menggunakan nomor induk kependudukan (NIK) dan nomor kartu keluarga (KK) pegawai Dinas Komunikasi dan Informatika Flores Timur yang berwenang.

Namun, masa aktif kartu seluler tersebut harus dibatasi. Misalnya, hanya untuk satu sampai tiga bulan dan setelah itu dimatikan.

Pengungsi yang ingin melanjutkan penggunaan kartu seluler bantuan wajib melakukan registrasi lagi menggunakan NIK dan nomor KK masing-masing sebelum kartu dinonaktifkan.

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil akan memfasilitasi warga yang mengalami kesulitan registrasi karena kartu tanda penduduk atau kartu keluarganya hilang saat bencana.

"Kami selaku kepanjangan tangan dari Kementerian Komdigi akan mengawasi hal itu dengan ketat sejak pembagian bantuan hingga masa berlaku habis, sehingga asas kebermanfaatan bantuannya benar-benar dirasakan," tutur Herry.

Karolus B Mite, siswa sekolah menengah pertama yang mengungsi di Poslap Kobasoma, senang mendapatkan bantuan pulsa dan akses internet gratis selama berada di pengungsian.

"Mau saya pakai untuk belajar dan mencari pengetahuan. Ya sekali-kali ada main game juga jika jenuh," kata Karolus, yang berharap bisa menerima setidaknya satu kali lagi bantuan pulsa dan akses internet selama tinggal di pengungsian.

"Kalau saya kepinginnya cepat-cepat sekolah seperti biasa lagi, tapi kan belum bisa. Sementara ada sekolah darurat tapi tidak maksimal, jadi saya bersyukur bisa dapat bantuan pulsa dan internet gratis ini, membantu sekali," katanya.

Siswa sekolah menengah pertama yang lain, Maria Nogo Tobi, bersyukur mendapat bantuan pulsa dan akses internet karena orang tuanya tidak bisa bekerja selama daerahnya terdampak bencana.

"Kasihan kalau harus minta ke orang tua untuk membelikan pulsa atau data, karena kan orang tua tidak bekerja selama bencana ini. Jadi, kalau bisa bantuannya tidak sekali ini saja, tapi nanti ada lagi. Jadi bisa tetap belajar dan mencari informasi secara online," kata Maria.

Selain memberikan bantuan pulsa dan akses internet, operator seluler menyalurkan bantuan berupa bahan pokok, makanan, dan kebutuhan pengungsi yang lainnya.

Guna membantu penanganan warga yang mengungsi karena daerahnya terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki, Kementerian Komunikasi dan Digital sejak 19 November 2024 mendirikan posko di enam lokasi pengungsian, yakni Pos Lapangan Desa Konga, Lewolaga, Bokang, Ile Gerong, Kobasoma, serta Eputobi.

Posko yang dilengkapi dengan perangkat multimedia itu didirikan untuk membantu pengungsi mengakses layanan informasi, pendidikan, dan hiburan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

49 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
Nasional
Tanggapan Istana Usai Wamen...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...
Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.