Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Penggambaran Ziarah Batin di Pameran Seni 'Speaking the Unspeakable'

📅 Rabu, 07 Agu 2024, 15:41 WIB | Oleh: Tim Penulis
Penggambaran Ziarah Batin di Pameran Seni 'Speaking the Unspeakable' Doc: ANTARA/Farhan Arda Nugraha
Ket. Karya yang dipamerkan dalam pameran "Speaking the Unspeakable" pada 6 Agustus sampai 1 September 2024 di Galeri Neo, Jakarta Pusat.

JAKARTA - Galeri Neo menggelar pameran seni bertajuk Speaking the Unspeakable pada 6 Agustus sampai 1 September 2024, menampilkan puluhan karya dari 22 seniman Indonesia sebagai penggambaran ziarah batin mereka untuk menuturkan yang tak terkatakan.

"Speaking of the Unspeakable adalah sebuah pengalaman batin, ziarah, ziarah batin dari para seniman-seniman baik yang junior maupun yang senior dan juga yang baru memulai," kata kurator pameran Speaking the Unspeakable, Bambang Asrini Widjanarko, saat pembukaan pameran di Jakarta Pusat pada Selasa (6/8).

Menurut Bambang, berbagai karya yang dihadirkan merupakan simbol ekspresif dari hal-hal yang tidak tersampaikan baik terkait hubungan asmara, kehidupan keluarga, hingga nilai-nilai dari dalam maupun luar seniman.

"Jadi apa yang bisa kita sampaikan baik melalui bahasa yang sebenarnya lemah atau berkekurangan itu akan dimunculkan di dalam sebuah simbol," ujar Bambang.

Adapun seniman-seniman yang berpartisipasi dalam pameran yang digelar di Galeri Neo yang berlokasi di Tanah Abang, Jakarta Pusat ini, antara lain Anagard, Arahmaiani, Asmujo Jono Irianto, Bestrizal Besta, Dedy Sufriadi, Diyanto, Entang Winarso, Haris Purnomo, Hedi Hariyanto.

Kemudian ada Heri Dono, Irina dan Andrea, Ismanto Wahyudi, Oky Rey Montha, Hasan, Kukuh Nuswantoro, Ronald Manullang, Rudi Hendriatno, Nindityo Adipurnomo, Taufik Ermas, Teguh Ostenrik, Tenesse Caroline, dan Yani Mariani.

Bambang menjelaskan seniman-seniman tersebut menghadirkan karya yang menawarkan berbagai ekspresi seni seperti visualisasi puitik, mewakili sosok figuratif, bernarasi lewat kekacauan visual, hingga meluapkan kegembiraan melalui corak abstrak.

"Di fasad Galeri Neo tertera teks puitik tentang idealisasi seniman, tentang dirinya dan relasinya dengan orang lain," ujar dia. Ant/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
IESR: Pulau Sumbawa Punya P...

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

42 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Nasional
Tanggapan Istana Usai Wamen...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.